TRIBUNTRAVEL.COM - Pada Kamis (10/6/2021), Delta Air Lines mengoperasikan penerbangan charter khusus dengan pesawat Airbus A319.
Diselenggarakan oleh majalah Sky & Telescope, pesawat mengudara di Kanada untuk melihat fenomena yang menakjubkan setelah matahari terbit, yakni gerhana matahari cincin.
Melansir laman Simple Flying, pesawat meninggalkan Minneapolis dari Bandara Internasional Paul (MSP) pada pukul 03.15 waktu setempat.
Pesawat terbang ke utara, melewati Minnesota dan melintasi perbatasan Kanada.
Baca juga: Viral VIDEO Seorang Komedian Minta Penumpang Pesawat Tidak Marahi Bayi yang Nangis di Penerbangan
Seorang astronom Glenn Schneider ditugaskan untuk menghitung rute.
Schneider diketahui memiliki pengalaman bertahun-tahun mengejar gerhana matahari sejak awal 1970-an.
Dia telah berada di jalur totalitas untuk melihat gerhana matahari sebanyak 33 kali.
Menurut data dari RadarBox.com, pesawat menghabiskan 3 jam 22 menit di udara.
Tepat setelah matahari terbit, pilot Art Smith sedikit memiringkan sayap kanan pesawat.
Memiringkan sayap ke bawah memungkinkan penumpang yang duduk di sisi kanan pesawat memiliki kesempatan untuk menyaksikan gerhana cincin secara keseluruhan.
Baca juga: Penumpang Ngamuk karena Pengisi Daya Ponsel Mati, Penerbangan Pesawat Terpaksa Dialihkan
Baca juga: Maskapai Ini Buka Penerbangan Supermoon, Tiket Seharga Rp 16 Jutaan Ludes Terjual dalam 2,5 Menit
Sementara itu, tidak ada penumpang yang berada di sisi kiri.
Penumpang harus melihat "cincin api" yang merupakan daya tarik utama dari gerhana matahari cincin.
Penerbangan memang hanya berlangsung lebih dari 3 jam, dan waktu menyaksikan gerhana matahari hanya berlangsung sekira 4 menit.
Kendati demikian, persiapan untuk penerbangan charter ini membutuhkan banyak waktu dan pelatihan.
Sang pilot, Art Smith, memberikan pernyataan terkait pelatihannya, sebagai berikut: