Warga yang menghuni Keakwa berasal dari Suku Kamoro di pesisir pantai Papua.
Jadi tak ada salahnya juga belajar budaya dan sejarah di sana bukan?
Baca juga: Misteri Bangkai Pesawat di Pulau Terpencil, Penampakannya Tertangkap Kamera Google Maps
Nah, liburan ke Pulau Keakwa rasanya kurang afdol jika belum main ke pesisir pantai.
Berbeda dari pasir pantai pada umumnya, Pulau Keakwa memiliki pesisir pantai yang pasirnya putih dan halus.
Pesisir pantai di Keakwa ini menjadi spot favorit wisatawan yang ingin berburu senja di sore hari.
Selain memiliki peninggalan PD II, Pulau Keakwa menyimpan sejumlah kekayaan alam hayati yang masih tersimpan di dalam lautan pantai Keakwa yaitu udang, kepiting, dan beragam spesies ikan yang berlimpah.
Sehingga wisatawan dapat menikmati hidangan tradisional yang berbahan dasar dari hasil sungai, mangrove, dan lain-lain.
Baca juga: Liburan Akhir Pekan Bareng Teman, Yuk Diving Asyik di Tambrauw Papua Barat
Ingin menjelajah Pulau Keakwa? Jangan lupa untuk sewa perahu supaya bisa berkeliling pantai dan menikmati pesona hutan mangrove.
Perahu yang disewakan tersebut telah dihiasi dengan ukiran khas adat Kamoro dari kampung Keakwa.
Untuk menghidupkan pariwisata dan perekonomian di Keakwa, Yayasan Somatua ikut mengambil bagian dan memberikan kontribusi dengan membangun home stay (penginapan).
Yayasan yang dipimpin oleh Maximus Tipagau ini telah membangun setidaknya 10 unit home stay yang bisa digunakan untuk tempat istirahat para wisatawan.
Menariknya lagi, penginapan tersebut dibangun di pinggir pantai.
Lokasi yang strategis untuk menikmati keindahan alam bukan?
(TribunTravel.com/Nurul Intaniar)
Baca juga: Fakta Menarik di Balik Rumah Pohon Suku Korowai di Papua, Tingginya Capai 35 Meter di Atas Tanah
Baca juga: Uniknya Suku Korowai dari Papua, Tinggal di Rumah Pohon yang Tingginya Capai 50 Meter