Dalam pawai ini, pedati yang membawa muatan berupa orang dan makanan (biasanya ketupat opor) berjalan beriring-iringan dari desa sampai ke Pantai Watu Ulo.
Di pantai, makanan dibuka dan disantap bersama-sama.
Tradisi Pawai Pegon mengandung arti tali persaudaraan yang dieratkan kembali.
4. Ski Lot, Pasuruan
Ski Lot merupakan permainan ski di lumpur.
Warga lokal memanfaatkan lumpur dari tambak yang telah dikosongkan untuk bermain ski atau seluncur.
Papan seluncurnya berukuran panjang 1,5 meter dengan lebar kira-kira setengah meter.
Mulanya, papan luncur ini adalah alat mencari kerang atau rajungan bagi warga pesisir pantai.
Namun, lama-kelamaan ini dimodifikasi menjadi peralatan untuk bermain.
Pada saat lebaran, selain untuk bermain-main, aktivitas ini menjadi ajang silaturahmi.
Baca juga: 5 Museum Sejarah Islam Paling Megah dari Berbagai Negara, Cocok Buat Wisata Religi
5. Sesaji Rewanda, Semarang
Ritual yang dilakukan di Desa Kandri, Semarang ini mirip dengan Grebeg Syawal di Yogyakarta, sama-sama dilaksanakan pada 1 Syawal dan menggunakan gunungan.
Hanya saja, Sesaji Rewanda memiliki arti yang berbeda.
Rewanda artinya monyet.
Ritual ini memang ditujukan salah satunya untuk monyet-monyet penghuni kawasan Gunung Kreo, yang berada di tengah Waduk Jatibarang.