Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

4 Orang Tewas Setelah Pesawat Jatuh di Permukiman Warga, Termasuk Bocah Berusia 2 Tahun

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - pesawat

Melansir laman Simple Flying, pesawat dengan nama Pegasus tersebut dibiarkan terbengkalai setelah pendaratan darurat pada tahun 1970.

Di dalam pesawat ada 80 orang, 12 awak dan 68 penumpang.

Sebanyak 12 awak ini termasuk komandan, dua co-pilot, dan dua navigator, dua insinyur penerbangan, seorang operator radio, dan dua loadmaster.

Lockheed C-121 Constellation (Connie) sedang menuju ke Stasiun McMurdo ketika menghadapi badai yang dahsyat.

Salju dan es yang tertiup angin kencang membuat kondisi visibilitas hampir nol.

Mempertimbangkan keterpencilan lokasi Antartika di dunia, Pegasus tidak bisa begitu saja terbang kembali ke asalnya atau ke bandara yang sesuai di luar benua yang jauh, karena tidak akan ada cukup bahan bakar untuk melakukannya.

Crash Landing

Berdasarkan ingatan navigator kedua Robert O'Keefe, penulis Noel Gillespie, menceritakan kembali kisah tersebut, dengan mengatakan:

"Setengah jam dari McMurdo, cuaca memburuk, hingga jarak pandang nol dengan badai hebat, yang telah menyelimuti pangkalan.

Bahan bakar menipis dan tidak ada lapangan terbang alternatif, Komandan Greau dipaksa untuk 'mendaratkan' pesawat itu.

Setelah melakukan lima kali percobaan, dia berbelok ke sisi kanan landasan pacu es dan 'Connie' hancur tanpa kehilangan nyawa."

Sementara Atlas Obscura mencatat bahwa angin begitu kuat sehingga bagian luarnya tertiup, hal ini tidak disebutkan dalam penceritaan ulang oleh navigator kedua penerbangan tersebut.

Dengan landasan pacu yang hampir tidak terlihat, pesawat tersebut mendarat dengan sendirinya, tergelincir di sepanjang permukaan es.

Menabrak tumpukan salju menyebabkan pesawat berbelok ke kanan 210 derajat searah jarum jam, lalu meluncur mundur ke kanan landasan.

Roda pendaratan utama menabrak tumpukan salju besar dan terpelintir.

Pegasus Field, Antartika. (Flickr/ Alan Light)
Halaman
123