Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Mulai 24 Januari, Singapura Berlakukan Tes Covid-19 untuk Semua Penumpang di Bandara

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Nurul Intaniar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bandara Changi Singapura

TRIBUNTRAVEL.COM - Singapura akan melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 bagi semua turis yang masuk ke negara tersebut mulai 24 Januari mendatang.

Karena kebijakan ini, pengunjung juga diharuskan membawa minimal 30.000 dolar dalam asuransi perjalanan mulai 31 Januari.

Kebijakan ini berlaku untuk semua turis yang masuk melalui Bandara Changi, termasuk warga Singapura dan penduduk tetap.

Dilaporkan Channel News Asia, untuk memfasilitasi tes Covid-19, turis dianjurkan untuk mendaftar dan membayar di muka sebelum berangkat ke Singapura.

Saat ini, Singapura mewajibkan tes Covid-19 negatif yang diambil dalam 72 jam sebelum keberangkatan untuk siapa saja yang bukan warga negara atau penduduk tetap dan baru-baru ini bepergian ke negara berisiko tinggi.

Baca juga: Bolehkah Wisatawan yang Sudah Divaksin Covid-19 Berkunjung ke Singapura?

Sejumlah tenda glamping di Bandara Changi Singapura (8 Days)

Melansir dari Travel+Leisure, Singapura memperketat pembatasannya dalam upaya membatasi penyebaran virus corona baru yang lebih menular dan telah muncul di seluruh dunia.

Oleh sebab itu, Singapura mewajibkan siapapun yang bepergian dari Inggris atau Afrika Selatan untuk mengisolasi diri selama 21 hari.

Dengan rincian 14 hari di fasilitas karantina dan 7 hari tambahan di rumah.

Sementara itu, untuk memantau karantina turis, Singapura menggunakan perangkat pemantauan elektronik dan drone untuk memastikan turis mematuhi aturan karantina.

Singapura sejauh ini melaporkan kurang dari 60.000 kasus Covid-19 dan 29 kematian.

Namun pada Rabu (20/1/2021), negara itu mengonfirmasi empat kasus baru yang ditularkan secara lokal.

Pemerintah di Singapura mengatakan 36 wisatawan dengan Covid-19 saat ini berada di tempat karantina.

Sebelumnya, Singapura mempertimbangkan untuk mengendurkan pembatasan perjalanan untuk mereka yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

Seperti dilansir dari Reuters, hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Kepala Satuan Gugus Tugas Covid-19 Singapura pada Senin (4/1/2021).

“Ada beberapa studi terkait efektivitas vaksin dalam mengurangi risiko transmisi, dan kami sedang mengawasi hal tersebut dengan seksama,” kata Lawrence Wong dalam parlemen.

Halaman
12