TRIBUNTRAVEL.COM - Waterbuurt yang dalam Bahasa Belanda artinya "kawasan air" adalah pembangunan perumahan canggih di Amsterdam.
Di sana, ada hampir 100 rumah apung individu yang ditambatkan di Danau Eimer.
Rumah terapung di distrik Ijburg bukanlah rumah perahu biasa, melainkan rumah apung sungguhan.
Rumah ini mengapung berdekatan dengan dermaga dan ditambatkan ke tiang baja, jadi hanya bergerak secara vertikal dengan perubahan pasang surut.
Didesain oleh arsitek Belanda Marlies Rohmer, rumah-rumah tersebut memiliki "pondasi kuat" dan nyaman.
Rumah di Waterbuurt dibangun di galangan kapal sekitar 65 Kilometer sebelah utara Danau Eimer dan kemudian diangkut melalui jaringan kanal.
Meskipun Waterbuurt masih dalam pengerjaan, beberapa rumah sudah dihuni.
Dikutip dari laman Odditycentral.com, Selasa (15/12/2020), dua pertiga populasi Belanda hidup di bawah permukaan laut.
Semakin mencairnya lapisan es di Bumi pun membawa masalah serius bagi negara ini.
Banyak orang percaya, hidup di atas air di negara Eropa jauh lebih aman daripada hidup di darat.
Belum lagi harga tanah di pusat kota besar seperti Amsterdam beberapa tahun belakangan ini melejit.
Namun, rumah di atas air tidak semahal itu.
"Tinggal di rumah yang dibangun di atas air tidak kalah aman dengan di darat yang juga berisiko banjir," kata Koen Olthuis, visioner arsitektur akuatik, kepada BBC.
"Kota sudah padat penduduk dan harga tanah perumahan per meter persegi semakin mahal," ujarnya.
Pembangunan perumahan apung seperti Waterbuurt adalah bukti hidup di atas air tidak hanya mungkin, tetapi jauh lebih disukai daripada hidup di darat.