Tarik Wisatawan, Thailand Ubah Persyaratan Masuk untuk Kunjungan Turis Asing

Penulis: Arif Setyabudi Santoso
Bangkok

TRIBUNTRAVEL.COM - Thailand mengumumkan membuka kembali perbatasan mereka untuk wisatawan.

Pariwisata Thailand mengumumkan akan membuka kembali perbatasannya untuk pariwisata bersama dengan visa baru yang ditujukan untuk pelancong jangka panjang.

Namun, persyaratan baru untuk mengajukan visa baru terbukti terlalu banyak daripada yang lain.

Pada bulan September, Thailand mengumumkan bahwa persyaratan untuk visa TR (berlaku selama 60 hari) dan STV (berlaku selama 90 hari).

Persyaratan untuk mendapatkan visa turis adalah bukti pendapatan dalam enam bulan terakhir setara dengan 500.000 Bath Thailand atau Rp 233 juta.

Baca juga: Pianis Ini Menenangkan Monyet-monyet Lapar di Thailand dengan Musiknya

Selain itu wisatawan perlu asuransi kesehatan yang mencakup COVID-19 dengan perlindungan setidaknya 100.000 dolar Amerika atau Rp 1,4 Miliar selama masa tinggal.

Diperlukan juga bukti reservasi karantina negara alternatif (ASQ) dan juga bukti uji tes PCR COVID-19 negatif diambil dalam waktu 72 jam sebelum penerbangan

Namun, kerajaan tersebut cukup serius dalam menarik kembali wisatawan ke pantainya karena beberapa konsulat Thailand membatalkan persyaratan saldo rekening bank yang besar untuk menarik lebih banyak wisatawan untuk melamar.

Alih-alih 17.000 dolar Amerika, kedutaan besar Thailand di Los Angeles mencantumkan 700 dolar Amerika per orang atau Rp 9,9 juta.

Sementara itu, konsulat di London dan Berlin tidak menyebutkan secara spesifik jumlah yang diminta dari pelamar.

Sementara persyaratan bank dihapuskan, pelamar masih diharuskan untuk mendapatkan asuransi kesehatan.

Ini bukan pertama kalinya Thailand mengubah persyaratan visanya untuk memikat lebih banyak wisatawan dan menghidupkan kembali industri pariwisata yang berkembang pesat.

Awalnya, TAT melonggarkan persyaratan visa STV karena bertujuan untuk menarik wisatawan yang menguntungkan dari negara-negara berisiko menengah di Eropa dan Skandinavia.

Selain itu, Thailand berencana mempersingkat persyaratan karantina wajib dari 14 hari menjadi 10 hari.

Semua pelancong ke Thailand harus menjalani tes PCR COVID-19 pada saat kedatangan.

Jika seorang turis dites positif, dia akan dirawat di rumah sakit; jika seorang turis menunjukkan hasil negatif, dia akan menuju ke fasilitas karantina negara alternatif untuk karantina 14 hari yang diperlukan.

Dengan semua perubahan ini, surga Asia Tenggara berharap dapat menyambut lebih banyak wisatawan di bulan-bulan mendatang.

Baca juga: 6 Hal yang Wajib Diketahui Wisatawan Sebelum Liburan ke Thailand Pakai Visa Turis Khusus

Baca juga: Thailand Resmi Berlakukan Visa Khusus Turis dan Izinkan Wisatawan Asing Masuk Mulai 1 Oktober 2020

Baca juga: Beri Ulasan Buruk Hotel di Thailand, Pria Ini Terancam Hukuman Penjara hingga Dua Tahun

Baca juga: Jangan Lakukan Hal Ini saat Liburan ke Thailand, Pegang Kepala hingga Lipat Uang

(TribunTravel/Arif Setyabudi)