Alasan Orang Jepang Suka Sarapan Nasi Panas dengan Telur Mentah, Cara Buatnya Tak Sembarangan

Editor: Rizky Tyas Febriani
Nasi putih dan telur mentah

TRIBUNTRAVEL.COM - Orang Jepang punya menu sarapan khas yaitu nasi putih panas dan telur mentah atau disebut tamago kake gohan (TKG).

Hidangan ini sangat populer dikalangan masyarakat Jepang.

Sebagai penambah rasa, biasanya tamago kake gohan dicampur dengan kecap asin.

Hidangan ini sangat praktis dengan bahan sederhana, sehingga siapa pun bisa membuatnya di rumah.

Saking uniknya, hidangan ini mampu membuat orang asing merasa penasaran.

Lalu mengapa orang Jepang suka makan telur mentah?

Berikut alasan orang Jepang suka makan telur mentah dilansir dari Tsunagu Japan.

1. Ada peraturan khusus untuk peternakan ayam petelur di Jepang

Di beberapa negara, kekhawatiran tentang makan telur mentah adalah hal yang wajar.

Risiko keracunan bakteri samonella dari telur mentah bisa menimbulkan penyakit diare yang bisa berlangsung selama 4-7 hari.

Kasus yang lebih parah bahkan bisa berakibat fatal.

Nah, Jepang, telah menemukan metode untuk memastikan cara mengonsumsi telur mentah dengan aman.

Negara Jepang menerapkan prosedur dan peraturan yang ketat untuk produksi telur, untuk meminimalkan keracunan salmonella dari telur.

Peraturan sanitasi untuk peternakan ayam Jepang lebih ketat daripada di negara lain, peternak ayam Jepang memakai lebih banyak alat pelindung saat memasuki kandang.

Tindakan pencegahan ekstra juga dilakukan untuk mencegah ayam bersentuhan dengan sumber penularan seperti burung liar, serangga, dan hewan lainnya.

Cara ini membuat kemungkinan ayam terinfeksi salmonella lebih rendah dan telur pun tidak tercemar.

2. Pengujian telur secara keseluruhan

Setelah telur dikumpulkan dari peternakan.

Setiap telur dimasukkan ke dalam mesin yang mencuci, mensterilkan, dan memeriksa kualitas telur ayam.

Telur diperiksa dengan teliti agar tidak ada yang retak dan kotor.

Bakteri pada telur bahkan bisa dilacak dengan mesin tersebut.

Telur yang tidak bagus akan dibuang secara otomatis.

3. Jangka waktu distribusi telur dilakukan dalam waktu singkat

Setelah proses uji kualitas, telur segera dikirim ke toko, sehingga akan dikonsumsi saat masih sangat segar.

Di Jepang, telur diperlakukan seolah-olah akan dikonsumsi mentah, sehingga tanggal kadaluwarsa biasanya ditetapkan hanya 2 minggu setelah diproduksi.

Masa kedaluwarsa tersebut jauh lebih pendek dibanding negara lain.

Cara tersebut juga merupakan ukuran lain untuk memastikan bahwa telur akan dimakan selagi segar.

4. Cara orang Jepang membuat tamago kake gohan

Butuh 3 bahan untuk membuat tamago kake gohan, yaitu nasi panas, telur mentah, dan kecap asin.

Nasi ditaruh dalam mangkuk, buat ruang di tengah nasi untuk meletakkan telur.

Telur dipecahkan di mangkuk terpisah dan tambahkan kecap asin sesuai selera, kemudian telur dituangkan ke dalam lubang yang sudah dibuat di nasi.

Nasi dan telur dicampur rata.

Beberapa orang lebih suka mengocok telurnya dan menambahkan saus ke dalam mangkuk terpisah terlebih dahulu.

Sebagian yang lain lebih suka tidak mengocok telur sama sekali.

Sebagian orang juga lebih suka membuang putih telur dan hanya menggunakan kuning telur.

Fuwa fuwa dibuat dari putih telur yang dikocok sampai menjadi busa yang lembut dan ringan.

Di Jepang juga sudah ada mesin khusus untuk fuwa fuwa yang mempermudah proses pembuatan hidangan telur tersebut.

 

Baca juga: Selain Soto Sokaraja, 6 Kuliner di Purwokerto Ini Juga Cocok jadi Menu Sarapan

Baca juga: Soto Betawi, Sop Buntut dan 8 Makanan Berkuah Lainnya yang Cocok Disantap Saat Musim Hujan

Baca juga: Melihat Koleksi di Museum Solomon R. Guggenheim yang Populer di New York

Baca juga: Rekomendasi Makanan Berkuah saat Musim Hujan, Kuliner Malam di Jogja Ini Bisa Jadi Pilihan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kenapa Orang Jepang Suka Sarapan Telur Mentah? Ketahui 4 Fakta Ini...