TRIBUNTRAVEL.COM - Para ilmuwan sering kali menemukan benda aneh hingga sesuatu langka yang begitu menakjubkan.
Seperti yang belum lama ini terjadi, para ilmuwan temukan terumbu karang raksasa yang ukurannya lebih tinggi dari gedung pencakar langit Empire State Building.
Padahal Empire State Building, gedung pencakar langit berlantai 102 di New York ini memiliki tinggi capai 381 meter.
Namun terumbu karang raksasa yang ditemukan baru-baru ini memiliki tinggi sekira 1.600 kaki atau 487,6 meter, yang membuatnya lebih tinggi dibanding gedung pencakar langit tertinggi di dunia.
Terumbu karang raksasa tersebut ditemukan para ilmuwan di Great Barrier Reef, Australia.
Terumbu karang raksasa itu pertama kali ditemukan pada 20 Oktober, saat para ilmuwan menyelesaikan pemetaan dasar laut bawah laut di Great Barrier Reef bagian utara.
Baca juga: Lebih dari Setengah Gugusan Terumbu Karang Terbesar di Dunia Hilang, Apa Penyebabnya?
Dengan ketinggian hampir 500 meter, terumbu karang raksasa itu mengalahkan sejumlah gedung pencakar langit di dunia.
Seperti Empire State Building (381 meter ke lantai atas), Menara Sydney (305 meter) dan Menara Kembar Petronas (451,9 meter).
Dilaporkan dalam CNN, para ilmuwan itu menemukan terumbu karang raksasa ketika meneliti menggunakan robot bawah air bernama SuBastian.
Tim peneliti tersebut menjelajahi terumbu karang raksasa pada hari Minggu dan menyiarkan langsung lewat rekaman eksplorasi.
Para ahli mengatakan jika terumbu karang raksasa itu seperti pisau dengan ukuran lebar 1,5 kilometer (hampir 1 mil), tinggi hampir 500 meter ke kedalaman dangkal, 40 meter di bawah permukaan laut.
Ada tujuh terumbu karang tinggi lainnya yang terpisah di daerah tersebut, termasuk terumbu di Pulau Raine, tempat bersarangnya penyu hijau yang langka.
Robin Beaman, yang memimpin ekspedisi penjelajahan tersebut, mengatakan jika dia terkejut dengan penemuan manakjubkannya itu.
“Untuk tidak hanya memetakan 3D terumbu secara detail, tapi juga melihat secara visual penemuan ini dengan SuBastian luar biasa,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.
"Penemuan tak terduga ini menegaskan bahwa kami terus menemukan struktur yang tidak diketahui dan spesies baru di lautan kami," kata Wendy Schmidt, salah satu pendiri Schmidt Ocean Institute, dalam sebuah pernyataan.