Wanita Ini Ditolak Naik Pesawat Karena Alami Depresi, Ini Penjelasan Maskapai

Spring Airlines, maskapai asal China

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah maskapai penerbangan low-budget di China dilaporkan menolak calon penumpang naik ke pesawat karena menderita depresi.

Dengan catatan ketidakstabilan emosi, maskapai tidak mengizinkan calon penumpang wanita tersebut melakukan penerbangan dari Weihai ke Nanjing.

Menurut media China, wanita bernama Nona Bi itu akan naik pesawat dari Weihai dengan tujuan Nanjing.

Ditemani kekasihnya, insiden itu terjadi pada 13 Oktober lalu di pesawat Spring Airlines 9C8743.

Baca juga: Apakah Masker Efektif Cegah Penularan Covid-19 di Pesawat? Ini Penjelasannya

"Kami membuat keputusan yang disesalkan berdasarkan masalah keselamatan publik, karena kondisi medis penumpang tidak jelas, mereka tidak dapat ditenangkan secara emosional dan tidak ada nasihat medis tentang situasi mereka," kata juru bicara Spring Airlines kepada Global Times.

Maskapai juga mencatat bahwa tangan penumpang itu gemetar hebat selama pemeriksaan keamanan dengan emosi yang meningkat.

Ketika ditanya tentang riwayat kesehatannya, kekasihnya menjadi marah dan berteriak pada staf maskapai.

Pada akhirnya, maskapai tersebut mengklaim bahwa keputusan untuk tidak mengizinkannya naik pesawat berasal dari kekhawatiran tentang keadaan emosional dan mentalnya, bukan karena dia mengalami depresi.

Pacarnya, yang dikenal sebagai Tuan Yu, menjelaskan di platform media sosial Tiongkok, Weibo bahwa pengobatan Nona Bi yang menyebabkan tangannya gemetar.

Diidentifikasi sebagai Lithium Carbonate Sustained-Release Tablets, situs web NHS Inggris mengonfirmasi bahwa tangan bergemetar memang merupakan efek samping.

Halaman
12

Berita Populer