TRIBUNTRAVEL.COM - Sungai Nil adalah sungai terpanjang kedua di dunia.
Panjang Sungai Nil mencapai 6.650 km yang melewati Ethiopia, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda, Burundi, Sudan, Sudan Selatan dan Mesir.
Selain memiliki ukuran yang mencapai ribuan kilometer, Sungai Nil juga telah berusia lebih dari 30 juta tahun.
Pertanyaan yang mungkin banyak orang pertanyakan adalah pernahkah Sungai Nil mengering?
Selama lebih dari 30 tahun, Sungai Nil tetap mengalir dan menyediakan air untuk penduduk di negara yang dilewatinya.
Bukan hanya tetap mengalir, Sungai Nil bahkan letaknya tidak bergeser atau berubah.
Padahal sungai lain dengan usia dan ukuran seperti Sungai Nil akan mengalami kekeringan, perubahan letak, atau perubahan ukuran.
Nah, dari penelitian yang dilakukan, diketahui penyebab Sungai Nil tetap sama seperti 30 juta tahun lalu.
Ada Mantel Mirip Sabuk di Bawah Sungai Nil
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa di bawah Sungai Nil ada mantel seperti sabuk yang terus berputar.
Mantel ini disebut juga sebagai mantel konveksi, yaitu gerakan merayap yang sangat lambat dari lapisan padat di Bumi.
Gerakan yang lambat ini disebabkan oleh arus konveksi atau perpindahan panas yang membawa panas dari inti Bumi menuju permukaan Bumi.
Nah, karena adanya mantel seperti sabuk inilah, Sungai Nil tetap terjaga pada tempatnya dan tidak berpindah lokasi.
Akibatnya, air yang ada di Sungai Nil juga selalu mengaliri wilayah yang sama selama puluhan juta tahun.
Jika tidak ada mantel ini, peneliti memperkirkan Sungai Nil akan bergeser ke arah yang lain dan memberikan dampak besar bagi peradaban atau perkembangan Mesir Kuno.