Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

9 Fakta Gunung Piramid di Bondowoso, Setelah Thoriq Kini Multazam yang Jadi Korban

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas tengah melakukan pencarian terhadap Multazam yang jatuh usai mendaki Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur.

TRIBUNTRAVEL.COM - Thoriq Rizki Maulidan hilang di Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur pada Juli 2019 lalu.

Thoriq ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di Gunung Piramid bagian selatan atau jurang sebelah kanan jalur pendakian.

Setelah Thoriq, kini seorang pelajar bernama Multazam dinyatakan tewas setelah ditemukan dalam keadaan telungkup di jurang Gunung Piramid.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (9/8/2020) pagi.

Korban terpeleset usai mengambil foto di puncak Gunung Piramid dan terjatuh ke jurang sebelah utara.

Jasad Multazam Ditemukan Tewas Telungkup di Jurang Gunung Piramid

Thoriq Riski Maulidan, pendaki muda yang dikabarkan hilang di Gunung Piramida, Kabupaten Bondowoso, Senin (24/6/2019). (Instagram/@pendakilawas)

Nama Gunung Piramid memang belum terlalu dikenal banyak orang jika dibandingkan gunung-gunung lain di Jawa Timur.

Untuk itu, TribunTravel mengumpulkan 9 fakta Gunung Piramid berikut ini:

1. Memiliki bentuk seperti piramida

Seperti namanya, Gunung Piramid berbentuk seperti piramida, layaknya Piramida Giza yang ada di Mesir.

Jika dilihat dari kejauhan, Gunung Piramid terlihat memiliki ujung lancip di bagian atasnya.

2. Tak terlalu tinggi, tapi sangat curam

Meski ketinggiannya hanya 1.521 mdpl, namun Gunung Piramid memiliki kemiringan yang sangat ekstrem.

Admin akun Instagram @bondowosoexplorer yang merupakan salah satu pegiat wisata dan memiliki pengalaman mendatangi Gunung Piramid mengatakan, gunung itu memiliki kemiringan mencapai 90 derajat.

Track dikenal sadis dan kejam bahkan tingkat kemiringan sampai 90 derajat di punggungan terakhir menuju puncak,” tuturnya, seperti dikutip TribunTravel dari KompasTravel.

3. Jalur pendakian terjal

Halaman
123