Hal ini lantaran TSI menerapkan sistem mobile untuk melihat satwa menggunakan kendaraan roda empat.
Sehingga mobil keluar masuk kawasan wisata dalam satu waktu, tanpa harus melihat satwa secara berkerumun.
"Memang kan sifatnya mobile, bukan stay. Jadi jangan khawatir disuruh pulang kalau kelihatannya penuh," ucap Yulius.
Jalankan Protokol Kesehatan Berlapis
Buka di tengah pandemi, tak lantas membuat pihak TSI abai terhadap penerapan protokol kesehatan.
Pemeriksaan dilakukan secara 2 lapis sebelum memasuki area satwa untuk menghindari adanya penyebaran virus.
Pemeriksaan pertama dilakukan di gerbang gading TSI Bogor dengan melakukan pengecekan suhu tubuh.
Selain itu, kendaraan yang dibawa pengunjung disemprot desinfektan oleh petugas yang memakai pakaian hazmat dan APD lengkap.
Pemeriksaan kedua dilakukan di gerbang loket tiket.
Di sini, petugas yang dilengkapi face shild, sarung tangan latex, dan masker memberikan imbauan kepada pengunjung.
Meski tetap berada di dalam mobil, pengunjung diwajibkan selalu menggunakan masker dan posisi duduk yang sesuai aturan PSBB.
Setelahnya, pengunjung kembali diperiksa suhu tubuhnya dan diberikan cairan hand sanitizer untuk cuci tangan.
"Kalau suhu tubuhnya panas, tidak diizinkan masuk. Tapi sejauh ini sih belum ada," jelas Yulius.
Selain itu, pembayaran diimbau dilakukan secara non-tunai.
Hal ini guna mengurangi sentuhan fisik dengan uang kertas yang berpotensi menularkan virus.
Baca tanpa iklan