Kapan Kondisi Wisata Pulih dan Kita Bisa Mulai Traveling Lagi?

Ilustrasi

Oleh karena itu, diperkirakan international travel kemungkinan akan memakan waktu lebih lama untuk dibuka kembali.

Pada bulan lalu CEO Delta Ed Bastion memprediksi, international travel ini bisa memakan waktu dua hingga tiga tahun untuk kembali ke jumlah rekor penerbangan penumpang yang diangkut pada 2019.

Sebagian besar para ahli penerbangan sepakat, international travel akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, terutama dengan begitu banyak perbatasan tertutup atau terbatas di seluruh dunia.

Branco menambahkan, akan ada ketakutan bagi wisatawan yang bepergian ke luar negeri.

Namun ini semua masih berbentuk opini, kata dia.

"Pada akhirnya semua itu berdasarkan opini, dan tidak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi dan kapan itu akan terjadi," kata Branco.

"Kami ingin tetap optimis dan terus memberikan layanan kami ketika kami diizinkan serta ketika orang-orang mengatasi ketakutan awal untuk meninggalkan negaranya," jelasnya.

Branco pun mengakhiri prediksinya dengan pernyataan singkat, pariwisata atau travel akan perlahan-lahan berjalan mulai musim panas.

Namun sekali lagi, ia mengkhawatirkan hal berbeda terjadi pada international travel yang diprediksi menjadi yang paling lambat untuk pulih.

Ia berharap sepenuhnya pada keputusan jelas dari pejabat kesehatan dan pemerintah untuk menangani hal ini.

"Setelah itu semua, saya percaya para pelancong yang rajin akan mulai menjelajahi dunia lagi," pungkasnya.

Singapore Airlines Group Rilis Protokol Baru Penerbangan, Beri Kit Kesehatan untuk Penumpang

PT KAI Operasikan Kereta Luar Biasa (KLB) untuk Umum, Simak Ketentuannya

DAOP 4 Semarang Mulai Operasikan KA Kedungsepur Relasi Stasiun Semarang Poncol-Ngrombo

Terbang Mulai 19 Juni 2020, Ini Rute Penerbangan Domestik yang Dilayani AirAsia

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapan Kita Bisa Traveling Lagi?"