Fakta Unik Yartsa Gunbu, Jamur Ulat dari Dataran Tinggi Tibet yang Harganya Ratusan Juta

Penulis: Rizky Tyas Febriani
Jamur Yartsa Gunbu

TRIBUNTRAVEL.COM - Yartsa Gunbu merupakan jamur di Dataran Tinggi Tibet yang dianggap sebagai 'parasit' paling mahal di dunia.

Mengapa Yartsa Gunbu disebut parasit termahal di dunia?

Dikutip TribunTravel dari laman Odditycentral, harga Yartsa Gunbu mencapai 50 ribu dolar per pon atau sekitar Rp 74 jutaan.

Jamur Yartsa Gunbu atau Ophiocordyceps sinensis hanya ditemukan di Dataran Tinggi Tibet dan memiliki proses pertumbuhan yang unik.

Jamur ini hidup dengan menyerang ulat dari jenis ngengat, serangga berwarna pucat besar yang biasa hinggap di atas padang rumput saat senja.

Setelah ulat terinfeksi, jamur ini mengubur diri di dalam tanah dan memakan akar tanaman untuk hibernasi.

Ketika musim dingin, mereka membeku.

Setelah salju mulai mencair, Yartsa Gunbu kembali aktif dan tumbuh ke atas permukaan tanah.

YouTube

Jamur Yartsa Gunbu hidup dengan mengisi tubuh ulat yang mati (menyisakan kulit luar) lalu tumbuh ke permukaan seperti tangkai yang dipenuhi tanaman berspora yang menembus tanah.

Proses unik inilah yang membuat Yartsa Gunbu menjadi parasit yang berharga.

Yartsa Gunbu berarti "rumput musim panas, cacing musim dingin", yang merupakan deskripsi sederhana dari siklus hidup jamur yang muncul setelah musim dingin ini.

Awalnya, jamur Yartsa Gunbu dipanen oleh penduduk desa setempat dan dijual dengan harga murah.

Namun, harga jual jamur ini berubah ketika telah diketahui manfaatnya untuk kesehatan.

Harganya bahkan bisa tiga kali lebih mahal dari emas.

npr.org

Yartsa Gunbu pun menjadi tambahan penghasilan warga di Dataran Tinggi Tibet.

Jamur ini sudah lama populer di kalangan masyarakat China, terutama dalam pengobatan Tiongkok.

Yartsa gunbu menjadi obat alternatif yang bernilai sangat tinggi karena memiliki banyak manfaat.

Termasuk di antaranya mencegah kanker, bronkitis, asma, diabetes, hepatitis, kolesterol tinggi, dan menyembuhkan sakit punggung.

Tetapi, sebelum awal tahun 90-an hanya sedikit orang yang bisa mengimpor komoditas berharga ini.

Menurut The Atlantic, Yartsa Gunbu di pasar global dijual seharga lima hingga sebelas miliar dolar.

Sementara spesimen terbaik dari parasit ini dijual hingga $ 140.000 per kilogram atau sekitar Rp 208 jutaan.

Sayangnya, ketergantungan warga Dataran Tinggi Tibet pada Yartsa Gunbu dan tingginya permintaan jamur tampaknya terus meningkat.

Sehingga muncul berbagai konsekuensi terhadap lingkungan.

Para ahli telah lama memperingatkan panen berlebihan dapat menyebabkan hilangnya jamur.

Tetapi itu bukan satu-satunya penyebab kelangkaan jamur Yartsa Gunbu beberapa tahun terakhir.

Pemanasan global juga dipercaya sebagai penyebabnya, sehingga pegunungan di seluruh dunia semakin hangat.

Fakta Unik Masjid dari Ranting Pohon yang Dibangun di Tengah Gurun Tandus Ethiopia

Fakta Unik Opor dan Sejarahnya jadi Sajian Khas Lebaran di Indonesia

4 Cara Terbaik Tidur di Pesawat, Jangan Bersandar di Kursi Depan

Viral di Medsos, Potret Sejumlah Barang Berjamur Akibat Mal Tutup Selama 2 Bulan

TribunTravel.com, rizkytyas