Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Bali Mulai Buka Pembahasan Hadapi New Normal Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tanah Lot, tempat wisata di Bali

TRIBUNTRAVEL.COM - Saat ini Bali masih sedang berada dalam situasi menghadapi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Meski begitu pembahasan terkait berbagai kesiapan Bali dalam menghadapi pariwisata new normal pasca pandemi harus mulai dilakukan.

Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengatakan, pembahasan itu perlu dilakukan mengingat era new normal membutuhkan persiapan yang banyak dan detail.

“Kita tidak tahu kapan ini dibuka, kita tidak tahu kapan Bali reopening, apakah bulan depan, lagi 3 bulan, ataukah tahun depan, kita tidak bisa pastikan itu. Tapi kita harus sudah mulai buka wacana ini, mengingat begitu banyak hal yang harus kita persiapkan secara detail saat reopening itu," kata Cok Ace saat melaksanakan Webinaran bersama anggota Bali Tourism Board (BTB) di ruang kerjanya, Senin (18/5/2020).

"Jika sudah dibahas mulai sekarang, kita sudah siap dan tahu langkah yang akan diambil manakala waktu itu tiba, kita sudah siap bertarung lagi terutama sektor pariwisata yang menjadi tumpuan ekonomi Bali,” imbuh Panglingsir Puri Ubud itu.

Datang ke Bali Lewat Bandara Ngurah Rai Kini Wajib Jalani Tes Swab

Menurutnya, ada tiga aspek penting yang perlu dipikirkan sejak awal dalam menghadapi era new normal pasca pandemi Covid-19.

Ketiga hal itu yakni waktu, biaya dan SDM.

Segenap komponen pariwisata Bali perlu memikirkan kapan waktu yang tepat untuk dibuka Pulau Dewata untuk kunjungan wisatawan.

Dengan adanya perubahan-perubahan protokol kesehatan yang menjadi tuntutan di era new normal maka perlu kalkulasi kembali biaya yang dibutuhkan di semua jasa usaha wisata.

Di sisi lain juga perlu menyiapkan sumber daya manusia yang memahami standar protokol kesehatan.

Di era new normal, kata Cok Ace, situasi diikuti oleh berbagai perubahan perilaku masyarakat.

Maka dari itu, para pelaku usaha jasa wisata perlu menyiapkan tiga hal dasar utama menjadi prioritas guna menunjang sektor pariwisata.

Ketiga hal dasar tersebut yakni perhatian terhadap kebersihan, kesehatan dan keamanan.

Terkait kebersihan perlu dipikirkan sanitasi di tempat-tempat yang dikelola dengan penyemprotan disinfektan secara rutin, disiapkan tempat cuci tangan dan sebagainya.

Begitu pula dengan kesehatan, harus ada pelaksanaan rapid test dan swab kesiapan alat pelindung diri (APD) serta keamanan yang meliputi mobilitas orang-orang, termasuk social distancing.

Halaman
12