Kanal

Layanan Pesan Antar Makanan di Tengah Pandemi Covid-19, Berdampak untuk Hotel dan Restoran?

Menu Nasi Kampoeng.

TRIBUNTRAVEL.COM - Pandemi wabah virus corona (Covid-19) berdampak pada banyak industri, tidak terkecuali restoran.

Banyak restoran harus menutup layanan makanan di tempat karena menaati imbauan agar masyarakat tetap di rumah.

Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, ada sisi positif dalam kondisi saat ini, yakni permintaan tinggi untuk pemesanan makanan dan minuman. 

"Dengan ada work from home (kerja dari rumah) dan study from home (kerja dari rumah), maka makanan paling pertama dicari," ujar Dede saat diskusi Strategic Management in Uncertainty Facing Covid-19, Kamis (9/4/2020).

"Kalau dilihat dari paparan Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), justru industri makanan dan minuman, ini merupakan kebutuhan primer masyarakat saat ini melalui jasa pesan dan antar," lanjutnya.

Imbas Covid-19, Ini Daftar 108 Hotel di Bandung yang Tutup Sementara

Situasi ini, menurut Dede, merupakan sebuah peluang untuk mengubah dari konsep restoran dine-in, menjadi online.

Konsep ini bisa ditiru oleh semua restoran, baik di dalam atau luar hotel.

Lantas, apakah layanan pesan antar makanan dan minuman ini benar-benar menjanjikan dan bisa berdampak?

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, konsep layanan pesan antar makanan dari hotel berdampak kecil. 

Adapun restoran yang memiliki kenaikan pesanan adalah tempat yang aktif promosikan diri dan dikenal. 

Ia mengambil contoh di Amerika Serikat, yang saat ini sangat menikmati adalah restoran pizza dan fast-food. Hal ini karena masyarakat sudah mengetahui di mana mencari makanan cepat saji.

"Tetapi kalau (restoran) yang lain-lain, dampaknya relatif kecil. Kecuali mereka sudah dikenal dan promosi," kata Hariyadi.

Restoran-restoran yang sudah dikenal umumnya lebih dulu menggunakan aplikasi pesan antar yang sudah kawakan atau umum. Tetapi, kalau aplikasi baru, maka akan sulit dikenal.

"Jadi, kalau layanan pesan antar makanan naik, betul naik, tapi kebanyakan dinikmati pemain yang sudah dikenal," katanya.

Namun, apakah ada kenaikan signifikan bagi restoran yang sudah dikenal terkait pemesanan online?

Menurut Hariyadi, restoran pizza yang menjadi salah satu anggota PHRI bercerita, kenaikannya tidak lah signifikan.

Hal ini juga terjadi bagi restoran yang punya delivery dan offline.

"Kalau digabungkan, jumlahnya penurunannya sangat besar. Jadi, yang mau saya sampaikan di sini, kalau pun delivery online seolah-olah naik, tapi tidak banyak dinikmati, kecuali yang sudah aktif dan banyak pelanggan," kata Hariyadi.

Berencana Liburan ke Bali, Ini 5 Pilihan Hotel Murah di Denpasar dengan Tarif Mulai Rp 61 Ribuan

Imbas Virus Corona, 14 Hotel di Denpasar Ini Tutup Sementara

5 Hotel Bintang 3 di Malang untuk Liburan Akhir Pekan, Simak Tarif dan Fasilitasnya

5 Hotel Murah di Bogor untuk Liburan Akhir Pekan, Tarif Mulai Rp 36 Ribuan Per Malam

Dampak Virus Corona, 88 Hotel di Badung Bali Tutup Sementara

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pesan Antar Makanan Bisa Bantu Hotel dan Restoran saat Wabah Corona?"

Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel

Berita Populer