Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

5 Tempat Wisata di Indonesia yang Rusak Setelah Viral di Medsos, Termasuk Ranu Manduro

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Negeri di Atas Awan

TRIBUNTRAVEL.COM - Kata ' viral' mungkin bisa jadi suatu musibah untuk sebuah tempat wisata. Semuanya berubah karena mendadak viral dan diserbu oleh para wisatawan.

Wisatawan berbondong-bondong datang didorong rasa penasaran terhadap tempat wisata yang terlihat cantik di media sosial.

Tidak sedikit tempat wisata yang sudah dirawat dan ditata sedemikian rupa harus rusak akibat perilaku wisatawan yang tidak bertanggung jawab.

Berikut ini kompilasi tempat wisata yang tak seindah dulu akibat foto dan videonya viral di media sosial, termasuk yang terbaru Ranu Manduro di Mojokerto :

1. Ranu Manduro, Mojokerto

Wisata Ranu Manduro Mojokerto (Instagram/ ranumanduro)

Foto dan video sempat viral karena keindahan alamnya, Ranu Manduro, Mojokerto ditutup untuk umum sejak Jumat (28/2/2020).

Lokasi Ranu Manduro berada di Dusun Manduro, Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokero, Jawa Timur.

Tempat ini sempat viral karena keindahannya yang digadang-gadang mirip dengan New Zealand.

Padang rumput yang luas diselimuti kabut tipis dengan latar belakang gunung membuat orang-orang tertarik ke sana. Sejatinya, Ranu Manduro bukanlah tempat wisata melainkan lahan tambang.

TONTON JUGA

Setelah videonya viral banyak orang datang dan menimbulkan kemacetan parah. Motor-motor masuk dan sampah plastik juga semakin banyak ditemukan.

Kawasan ini telah ditutup oleh pemilknya tetapi ada beberapa warga setempat yang tetap mempersilahkan pengunjung yang hendak ke Ranu Manduro.

2. Negeri di Atas Awan, Banten
Pengunjung menikmati keindahan lautan awan di Negeri di Atas Awan Lebak Banten, di puncak Gunung Luhur, Minggu (15/9/2019). (Kompas.com/Acep Nazmudin)

Dipadati pengunjung hingga mencapai rekor 30 ribu pengunjung pada akhir pekan.(KOMPAS.com/ACEP NAZMUDIN)

Negeri di Atas Awan sempat ditutup sementara pada Rabu (25/9/2019). Objek wisata yang berada di Gunung Luhur resmi ditutup sementara karena membeludaknya jumlah kunjungan hingga menimbulkan kemacetan parah.

Selain itu kemacetan yang tak terhindarkan mengakibatkan munculnya debu yang dikeluhkan para wisatawan.

Halaman
123