Kanal

Cara Urus Visa Umrah Backpacker, Simak Dokumen Persyaratan hingga Biaya Pembuatan

Kolase foto visa umrah.

TRIBUNTRAVEL.COM - Bagi kamu yang ingin menjalankan ibadah umrah secara backpacker wajib mengurus visa untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

Visa umrah menjadi satu dokumen penting yang wajib dimiliki calon jemaah yang ingin menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci.

Namun perlu diketahui, Pemerintah Arab Saudi tidak melayani permohonan individu.

Dengan alasan tidak adanya jaminan jika pemilik visa individu tidak kembali ke Tanah Air jika masa berlakunya habis.

4 Risiko Umrah Backpacker, Kendala Visa Umrah hingga Tidak Fokus Ibadah

Tips Jalankan Ibadah Umrah Backpacker, Pemula Wajib Tahu

Ada satu pilihan yang bisa kamu gunakan untuk mengurus visa umrah yakni dengan menggunakan jasa travel umrah.

Sebagai informasi, tidak banyak agen travel resmi yang ditunjuk Kedutaan Besar Arab Saudi yang bersedia membuatkan visa karena agen travel yang akan menjadi penjaminnya.

ILUSTRASI pembuatan visa. (windowseat.ph)

Meski dianggap sulit, faktanya mengurus visa umrah backpacker tidak sesulit yang dibayangkan.

Berikut beberapa dokumen persyaratan untuk mengurus visa umrah backpacker:

1. Paspor

Ilustrasi Paspor Indonesia (https://surakarta.imigrasi.go.id/)

Paspor adalah dokumen penting yang wajib dibawa untuk mengajukan visa umrah backpacker.

Calon jemaah umrah yang ingin mengajukan syarat visa umrah harus memiliki paspor dengan masa berlaku minimal tujuh bulan dari tanggal keberangkatan dan nama paspor yang terdiri dari minimal 3 kata.

Namun, bagi calon jemaah yang memiliki nama 2 kata (misal: Ahmad Budi), calon jemaah bisa menambahkan nama ayah di belakang namamu (misal: Ahmad Budi Prasojo).

Tonton juga:

Mau Umrah Backpacker? Ini 5 Tiket Murah Jakarta-Jeddah PP, Tarif Mulai Rp 10 Jutaan

Ingin Ibadah Umrah? Ini 5 Cara Memilih Travel Umrah yang Tepat

Ingin Umrah Backpacker? Kamu Perlu Tahu Kelebihan dan Kelemahannya

Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko nama yang sama dengan orang lain.

Bagi calon jemaah yang namanya kurang dari tiga kata bisa mengurus perubahan nama terlebih dahulu.

Berikut dokumen yang diperlukan untuk mengurus perubahan nama paspor:

- Fotokopi KTP

- Paspor asli yang masih berlaku dan fotokopi bagian depan (tampak foto dan bagian belakang dengan keterangan alamat)

- Foto kopi bagian depan paspor tersebut dengan ukuran kertas A4 = 2 lembar

- Foto kopi KK terbaru

- Formulir surat permohonan penambahan nama, lengkap dengan materai

- Surat rekomendasi dari travel umrah yang menyatakan jika benar calon jemaah umrah yang akan berangkat di jadwal tertera.

2. KK Asli

KK diperlukan untuk menjelaskan jika benar calon jemaah umrah dengan nama lengkap dan anggota keluarga yang namanya akan digunakan untuk membuat perubahan nama paspor (bagi yang memiliki 1 atau 2 nama).

3. Akta Kelahiran Asli

Calon jemaah umrah biasanya terdapat dari semua kalangan usia, mulai anak-anak hingga orang tua.

Namun, akta kelahiran hanya digunakan untuk calon jemaah umrah yang masih berusia di bawah 17 tahun.

4. Buku Nikah

Bagi calon jemaah umrah yang ingin berangkat bersama, dianjurkan menyiapkan buku pernikahan asli maupun fotokopi.

Hal ini untuk menunjukkan bahwa pasangan tersebut benar-benar sah menurut agama dan negara.

5. Surat Mahram

Surat Mahram ini diperuntukkan bagi wanita yang berusia kurang dari 45 tahun dan berangkat umrah tidak didampingi suami atau kerabat keluarga.

Sementara, bagi wanita yang berusia di atas 45 tahun tidak diwajibkan untuk didampingi suami atau mahramnya dan cukup melampirkan KTP asli saja.

6. Bukti Pembayaran Transportasi dan Akomodasi

Bukti pembayaran transportasi dan akomodasi ini meliputi data penanggung jawab, surat perjanjian kerja sama visa umrah, salinan legalitas biro perjalanan, salinan izin umrah, agenda perjalanan, dan persyaratan lain yang harus dipenuhi oleh pengantara umrah.

7. Tiket Pesawat

Tiket pesawat (turner.com)

Bukti pemesanan dan pelunasan tiket pesawat yang akan digunakan sebagai transportasi PP Indonesia - Arab Saudi.

8. Pas Foto terbaru

Pas foto terbaru dengan ukurna 4 x 6 sebanyak enam lembar dan berlatar belakang putih.

9. Buku Kuning

Merupakan bukti bahwa calon jemaah sudah divaksinasi meningitis.

Calon jemaah bisa melakukan vaksinasi meningitis ini di Dinas Kesehatan Kota atau Kantor Kesehatan Pelabuhan terdekat.

Durasi pembuatan dan biaya visa umrah

Meski dipengaruhi banyak faktor seperti peserta, pengantara hingga KBSA, umumnya lama waktu pengurusan visa membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.

Sementara itu, biaya perizinan dan pengurusan visa umrah dikenakan tarif sebesar 75 dolar AS hingga 150 dolar AS atau sekitar Rp 1,1 juta hingga Rp 2,1 juta bergantung pada musim dan agen travel yang dipilih.

Adapun pembayaran biaya visa ini harus dibayarkan setelah MOFA dikeluarkan.

Sebagai catatan visa umrah ini hanya bisa digunakan di tiga kota yakni Makkah, Madinah dan Jeddah.

Proses pengurusan visa umrah

1. Calon jemaah yang ingin mengurus visa umrah bisa menyerahkan dokumen-dokumen pengajuan kepada agen travel.

2. Agen travel akan mengirimkan manifes jemaah yang melakukan permohonan visa disertai dengan kontrak hotel di Arab Saudi.

3. MOFA diterbitkan dalam hitungan enam jam hingga tiga hari.

Harus diingat, masa berlaku MOFA hanya dua minggu setelah diterbitkan.

Nah jika tidak digunakan, MOFA ini akan segara hangus, sementara uang yang sudah dibayarkan tidak dapat dikembalikan.

4. MOFA, Paspor dan tiket asli akan diserahkan ke KBSA untuk proses penempelan visa.

Umumnya proses ini akan memakan waktu selama satu hari.

5. Visa terbit dan tertempel di paspor dengan masa berlaku 30 hari terhitung sejak distempel.

Aturan penggunaan visa umrah

Harus dipahami, visa umrah hanya dapat digunakan untuk umrah.

Ini artinya tidak boleh digunakan untuk aktivitas lain termasuk ibadah haji.

Bagi yang melanggar, calon jemaah maupun provider akan dikenakan sanksi berat.

Visa umrah tidak dapat digunakan untuk bekerja.

Ada tiga rentang waktu yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi, seperti halnya 10 hari, 20 hari, dan 30 hari.

Setelah melewati batas yang ditentukan, jemaah harus pulang ke negara asalnya.

Mereka yang melanggar akan mendapatkan sanksi tegas berupa deportasi secara paksa.

Masa berlaku visa umrah terbagi menjadi dua kategori, yakni periode kedaluwarsa visa dan periode tinggal.

Periode kedaluwarsa visa berkisar antara 15 hingga 30 hari, sedangkan rentang periode tinggal berlaku antara satu hingga 30 hari.

Bingung Pilih Umrah Backpacker atau Reguler? Ketahui Dulu Bedanya

Calon Jemaah Umrah Wajib Tahu, Ini Perbedaan Umrah Reguler dan Umrah Backpacker

9 Dokumen Penting untuk Pengajuan Visa Umrah Backpacker

(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)

 
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel

Berita Populer