Kanal

Jangan Sentuh Benda Ini di Kapal Pesiar Jika Tak Ingin Dapat Masalah Serius

Kapal Pesiar Royal Caribbean, Symphony of the Seas. - cruiseweb.com

TRIBUNTRAVEL.COM - Bagi kebanyakan orang, liburan naik kapal pesiar merupakan hal yang menyenangkan.

Penumpang bisa bebas menikmati berbagai fasilitas mewah di kapal pesiar dengan udara sejuk di lautan lepas.

Namun ada beberapa hal yang harus dihindari penumpang supaya selama liburan naik kapal pesiar tidak mendapatkan masalah.

Beberapa kapal pesiar telah mengeluarkan aturan-aturan yang harus dipatuhi penumpang untuk mencegah konsekuensi yang tidak menyenangkan.

Bekas Kapal Perang Inggris Jadi Kapal Pesiar di Pulau Komodo, Intip Keunikannya

Traveler Perlu Tahu, Jangan Bawa Barang Ini saat Liburan naik Kapal Pesiar

TONTON JUGA:

Dave Dutton, seorang penjelajah yang menyarankan penumpang kapal pesiar untuk tidak menyentuh satu benda yang dianggap berbahaya di kapal pesiar.

Dituliskan dalam bukunya yang berjudul How to be a Crafty Cruiser, ia menjelaskan jika ada satu benda yang sebaiknya tidak disentuh agar tidak mendapatkan masalah serius.

"Secara kesehatan, saya menghindari menyentuh pegangan tangga dengan tangan secara langsung," tulisnya.

Dutton juga menyebutkan jika pegangan tangga tersebut bisa saja tertempeli oleh wabah norovirus.

Norovirus disebut juga 'winter vomiting bug' alias wabah yang menyebabkan muntah dan diare.

Wabah tersebut menyebar melalui benda ketika disentuh orang satu ke orang lainnya.

Ilustrasi pegangan tangga dalam kapal pesiar (pinterst)

Menurut National Health Service (NHS), gejala orang yang tertular norovirus akan mulai muncul satu hingga dua hari setelah orang tersebut terinfeksi.

Gejala utama terinfeksi norovirus adalah merasa sakit, diare, dan muntah.

Seseorang yang terinfeksi norovirus juga akan mengalami demam tinggi hingga 38 derajat celsius atau lebih, sakit kepala, hingga lengan dan kaki sakit.

"Saya menyadari ini akan terasa sulit bagi kebanyakan orang (untuk tidak berpegangan ketika naik atau turun tangga), namun saya tidak menyarankan kalian untuk melakukan hal yang saya lakukan ini. Tetapi dengan melihat orang-orang memegang pegangan tangga membuat saya ngeri," lanjutnya.

Cara Mudah Dapatkan Kamar Terbaik saat Liburan Naik Kapal Pesiar

2.000 Penumpang Kapal Pesiar Terpaksa Dievakuasi karena Muntah Massal dan Diare

Kapal Pesiar Royal Caribbean, Symphony of the Seas. (cruiseweb.com)

Dutton juga mengatakan bagaimana ketika orang-orang yang memegang pegangan tanggan tersebut sebelumnya tidak mencuci tangan setelah dari toilet.

Atau bagaimana jika orang-orang yang memegang pegangan tangga sedang dalam kondisi flu.

Tentu dengan memegang pegangan tangga bisa lebih mudah menularkan virus dari satu tangan ke tangan lainnya.

Tak hanya di pegangan tangga kapal pesiar saja, Dutton juga menerapkan hal ini ketika berada di dalam lift.

"Dalam lift saya selalu menggunakan buku untuk memencet tombol lantai," tulis pakar pelayaran tersebut.

Di satu kesempatan, Dutton menceritakan ketika ia berada di kapal pesiar Aurora di mana terdapat wabah norovirus yang menyerang penumpang dan menyebabkan masalah serius.

"Orang-orang jatuh sakit (saat terserang wabah norovirus). Saya langsung berkata pada teman saya 'Jangan menyentuh pegangan tangga'," lanjut Dutton.

Namun teman Dutton tersebut tidak melakukannya dan akhirnya terjangkit wabah norovirus untuk beberapa hari.

"Saya dan istri saya (tidak terserang wabah norovirus) baik-baik saja," ujarnya.

"Tapi jangan khawatir, kebanyakan kapal pesiar terbebas dari wabah norovirus. Itu hanya terjadi di beberapa kapal pesiar saja," tulis Dutton.

Dilansir TribunTravel dari laman Express.co.uk, pakar pelayaran tersebut juga menyarankan kepada penumpang kapal pesiar untuk selalu membawa gel antibakteri dan pembersih tangan lainnya untuk mengurangi risiko tersebut.

"(Gel antibakteri) sebaiknya gunakan ketika kamu berada di darat maupun laur," tulisnya.

Ilustrasi para pekerja di kapal pesiar (Cruiseline.com)

Mantan anggota awak kapal pesiar, Joshua Kinser juga menganjurkan para penumpang untuk menghindari berjabat tangan dengan staf dalam upaya untuk mencegah penyebaran norovirus.

“(Penumpang) mungkin tidak menyadari berapa banyak penyakit yang menyebar melalui tangan awak kapal pesiar, karena banyak awak kapal tidak mengikuti kegiatan kebersihan dengan layak,” katanya kepada Express.co.uk.

Dokter Ben MacFarlane mengungkapkan dalam bukunya yang berjudul Cruise Ship SOS tentang apa yang terjadi ketika wabah norovirus menyebar di kapal pesiar.

"Menurut Red Code, hampir setiap anggota dan 1.000 awak kapal akan melakukan prosedur perlawanan (terhadap wabah norovirus). Bahkan dengan hal sepele yaitu mencuci tangan beberapa kali setiap jam," kata Ben.

Apabila wabah norovirus telah menyebar, maka tim akan dikerahkan untuk melakukan layanan forensik.

"Setiap permukaan yang pernah disentuh (penumpang) akan desinfeksi," lanjutnya.

Tiket Murah ke Eropa untuk Liburan Natal, Rute Medan-Paris Mulai Rp 7 Jutaan

Dideportasi Saat Traveling ke Korea, Traveler Asal Malaysia Ini Akhirnya Pilih Liburan ke Bandung

Liburan Artis - Setelah Singapura, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Lanjut ke Korea Selatan

(TribunTravel.com/ Nurul Intaniar)

Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel

Berita Populer