Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

7 Kota Terlantar yang Menarik Dijelajahi, Pripyat Ditinggalkan karena Ledakan Nuklir

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Meskipun sebagian besar bangunannya telah kehilangan atap dan jendela, rumah-rumah batu, toko-toko dan gereja-gereja Yunani Ortodoks Kayakoy telah bertahan lama dan bahkan pasca terjadinya gempa bumi.

Sekarang kota ini dilestarikan sebagai monumen bersejarah yang dapat dikunjungi wisatawan mancanegara maupun lokal.

4. Merv, Turkmenistan

Merv adalah salah satu kota besar di Jalur Sutra, tempat perpustakaan, kuil, kebun, dan taman hijau nan ekstotik.

Dengan banyaknya harta karun di tempat ini, kota ini sempat diserang oleh orang Mongolia dan membuat kota ini hancur berantakan.

Sekarang, tembok Benteng Kiz Kala, stupa-stupa rusak, gereja zaman dahulu dan tembok-tembok pasir, seakan-akan mengingatkan wisatawan dengan kejayaan kota Merv di zaman dahulu.

5. Beichuan, China

Pasca Gempa Besar Sichuan tahun 2008, pemerintah China memutuskan bahwa kota yang dulunya berpenduduk 20.000 ini akan ditinggalkan dan tidak pernah dibangun kembali atau dihuni kembali.

Sekarang, Beichuan layaknya sebuah museum terbuka yang membeku dalam waktu, gedung-gedungnya yang hancur, tiang-tiang baja yang bertebaran dan jalan yang rusak seakan-akan menjadi monument untuk mereka yang kehilangan nyawa mereka dalam bencana tersebut.

6. Centralia, Pennsylvania, Amerika Serikat

Pada tahun 1962, lapisan batu bara yang terletak di bawah kota Centralia mulai terbakar, dan mebuat jalanan menjadi berabu, mengeluarkan uap beracun, menyebabkan lubang pembuangan raksasa yang menjadikan Centralia tidak nyaman untuk ditinggali.

Sekarang kota yang tidak berpenguni ini diubah menjadi museum graffiti terbuka dengan torehan cat dari para seniman di seluruh dunia.

Gedung-gedung gaya 1960-an Amerika juga dapat terlihat di beberapa tempat di kota ini.

7. Akarmara, Abkhazia

Kota ini berada di kaki bukit Pegunungan Kaukasus di Republik Abkhazia di sudut barat Laut Hitam.

Dulunya tempat ini merupakan kota pertambangan yang ramai dengan populasi sekitar 5.000 orang sampai ditinggalkan setelah pecahnya Uni Soviet dan Abkhazia.

Halaman
123