Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Naik Status Jadi Waspada, Pendakian Gunung Slamet Ditutup

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pendaki berada di puncak Gunung Slamet pada Kamis (11/7/2019).

TRIBUNTRAVEL.COM - Gunung Slamet yang berada di Jawa Tengah dilaporkan mengalami peningkatan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani.

"Pada hari ini tanggal 9 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB, Gunung Slamet ditingkatkan statusnya dari normal atau level I menjadi waspada atau level II," kata Kasbani, saat konferensi pers di Kantor PVMBG Jalan Diponergoro, Kota Bandung, Jumat (9/8/2019), dikutip TribunTravel dari laman Kompas.com.

Kasbani menjelaskan, alasan menaikkan status Gunung Slamet menjadi waspada dikarenakan terjadi aktivitas vulkanik cukup tinggi sejak bulan Juli 2019 hingga saat ini.

Selama Juni hingga 8 Agustus 2019 tercatat 51.511 kali gempa hembusan, 5 kali gempa tektonik lokal dan 17 kali gempa tektonik jauh, dikutip TribunTravel dari Tribunnews.com.

Naiknya status Gunung Slamet menjadi waspada, PVMBG menghimbau kepada warga ataupun wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet.

Tonton juga: 

Gunung Ciremai Kebakaran, Ada 16 Titik Api di Puncak

Kebakaran, 4 Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup

Kasbani, mengungkapkan ada potensi muntahan lava pijar dan material yang mendadak dan tidak ada tanda-tanda signifikan sebelumnya.

"Potensi ancaman bahaya Gunung Slamet saat ini adalah erupsi magmatik menghasilkan lontaran material pijar yang melanda daerah di sekitar puncak di dalam radius 2 km, atau erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang jelas," ujar Kasbani.

"Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana," tutur Kasbani.

Menindaklanjuti status Gunung Slamet dari normal menjadi waspada, puluhan pendaki Gunung Slamet yang terlanjur naik pun dievakuasi.

Manajer Bisnis Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyumas Timur Sugito mengatakan, pihaknya telah mengirimkan tim untuk melakukan evakuasi, dikutip TribunTravel dari Kompas.com.

Sebanyak 80 orang dilaporkan mendaki sejak Rabu (7/8/2019).

"Masing-masing pengelola pos pendakian sudah menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi. Informasi yang kami terima hingga pukul 13.00 WIB, baru tiga pendaki yang sudah turun via Pos Bambangan," kata Sugito saat dihubungi Jumat.

Berdasarkan data pengelola dilaporkan sebanyak 69 orang melakukan pendakian melalui Pos Bambangan.

Halaman
12