Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Tradisi Mudik Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Majapahit, Intip Sejarahnya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemudik menggunakan kereta api dari Stasiun Senen, Jakarta Pusat.

Melir sendiri merupakan kata turunan dari kata "Belilir"yang artinya Utara.  Mengapa utara? Karena orang Betawi dulu menganggap bahwa tempat bekerja paling diincar orang adalah bagian utara Jakarta. 

Untuk menguatkan akar mudik berkaitan dengan tradisi islami, beredar pula argumen makna mudik dalam kajian ala Timur Tengah.

Tribunnews.com/Ilustrasi mudik atau pulang kampung

Kata mudik seperti istilah arab untuk "Badui" sebagai lawan kata "hadhory", sehingga dengan sederhana bisa diambil kesimpulan bahwa mudik, adalah kembali ke kampung halaman.

Mudik juga bukan lahir karena tradisi lebaran. Sebab nenek moyang bangsa Indonesia sudah lebih dulu melakukan ritual mudik sebelum mengenal lebaran.

Beberapa ahli mengaitkan tradisi mudik dengan asal mula masyarakat Indonesia yang merupakan keturunan Melanesia dari Yunan, China.

Mereja adalah kaum yang dikenal sebagai pengembara dan menyebar ke berbagai tempat untuk mencari sumber penghidupan. 

Pada bulan-bulan yang dianggap baik, mereka akan mengunjungi keluarga di daerah asal. Biasanya mereka pulang untuk melakukan ritual kepercayaan atau keagamaan.

Pada masa kerajaan Majapahit, kegiatan mudik menjadi tradisi yang dilakukan oleh keluarga kerajaan. 

Potret Jakarta Setelah Ditinggal Separuh Warganya Mudik Lebaran

Ancol Sediakan Bus Wisata Wara Wiri Gratis untuk Libur Lebaran

Sambal Goreng Kentang Ati dan 6Hidangan untuk Teman Makan Opor Ayam saat Lebaran

Fakta-fakta Masjid Istiqlal Tempat Presiden Jokowi Salat Ied

Deretan Destinasi Wisata di Jakarta yang Tutup saat Lebaran 2019

Artikel ini telah tayang di Intisari.grid.id dengan judul Ternyata Ritual Mudik Sudah Dilakukan Sejak Zaman Kerajaan Majapahit