Tapi saat ini akses menuju lokasi puncak salena masih dalam tahap pengerasan.
Anda harus hati-hati menyusuri jalan berkelok, mendaki nan berbatu itu.
Tak jarang kondisi jalan seperti itu dijadikan hiburan tersendiri oleh pengunjung karena banyak yang tergelincir ketika kendaran mereka menuruni bukit.
Selain sebagai tempat olahraga dirgantara paralayang, puncak salena dimanfaatkan juga oleh para generasi milenal sebagai tempat kegiatan trail dan perkemahan.
Untuk masuk ke lokasi ini, pengelola memasang tarif Rp.10.000 untuk mobil dan Rp.5000 untuk motor.
“Biasanya yang datang kemari itu, banyak anak muda dan mereka datang untuk foto-foto, nongkrong, trail, ada yang bermalam untuk kegiatan perkemahan,” Kata salah satu pengunjung, Wahono.
Jika memasuki akhir pekan, loksi yang dirintis sejak 2017 ini sangat ramai.
Mulai dari remaja, dewasa, hingga orang tua yang membawa anaknya.
Untuk berkunjung di sini pun anda tidak perlu menhinap, atau berkmah.
Karena lokasinya cukup dekat dari kota, anda bisa pulang saja.
Tapi harus hati-hatim karena kondisi jalan masih berbatu.
Keamanannya pun, deijamin oleh pemerinth desa dengan menyediakan penjaga pos yang sesekali berpatroli.
Tapi jika ingin berkemah, disarankan untuk membawa air secukupnya karena pengelola belum menyediakan sarana air bersih.
Pengunjung juga perlu memperhatikan lokasi yang dijadikan tempat membangun tenda.
pasalnya, ada beberapa tempat yang tidak diizinkan untuk membangun tenda dengan alasan kebersihan.
• AirAsia Berikan Kursi Gratis dan Diskon Hingga 30 Persen, Cek Syarat dan Ketentuannya di Situs Resmi
• Ulun Danur Beratan Beguntul, Objek Wisata Populer di Bali yang Jadi Incaran Pecinta Foto
• 5 Rekomendasi Sop Ayam Enak di Yogyakarta, Sop Ceker Padhang Atine Punya Rasa yang Khas
• 3 Rekomendasi Menu Steak Inovasi yang Wajib Kamu Coba saat Liburan ke Bandung
• Pecinta Durian Merapat! Es Duren Tubagus Ismail di Bandung Ini Siap Segarkan Dahagamu
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Puncak Salena, Objek Wisata Baru di Kota Palu