Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Mengapa Ada Orang Tetap Kurus Padahal Sudah Makan Banyak?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Makan sambil tidur

TRIBUNTRAVEL.COM - Adakah satu di antara sekian banyak temanmu yang suka makan tapi tidak bisa gemuk?

Hal ini membuatmu bertanya-tanya, kenapa orang bisa makan apapun yang mereka inginkan, tapi berat badannya tidak pernah bertambah?

Mereka bisa menikmati roti, burger, permen, nasi, susu dan makan sebanyak-banyaknya tapi tetap ramping.

Tonton Juga

Seekor Lumba-lumba Mati Terdampar dengan Kondisi Menyedihkan, Kurus dan Mulut Terlilit Plastik

Padahal, jika diperhatikan mereka tidak pernah pergi ke gym.

Sementara itu, ada orang yang menjadi gemuk, padahal porsi makan mereka hanya sedikit.

Rasanya memang tidak adil.

Wanita di sebuah desa di Phuket, Thailand, dianggap lebih cantik bila bertubuh gemuk (Epoch Times)

Tak Kunjung Kurus Meski Sudah Berolahraga dan Diet Ekstrim? 5 Motivasi Ini Mungkin Akan Membantumu

Apalagi jika kamu orang yang suka jalan-jalan sambil mencicipi berbagai kuliner.

Akhirnya, para ilmuwan berhasil mengungkap rahasia keberuntungan orang yang tidak bisa gemuk meski makannya banyak.

Dikutip dari laman AsiaOne.com, Rabu (13/2/2019), Sebuah laporan oleh Science Alert menyatakan, beberapa orang memiliki kode genetik berbeda yang membantu mereka tetap memiliki bobot yang sama seumur hidup.

Penelitian sebelumnya telah mengaitkan genetika dengan obesitas.

Namun, ini adalah studi pertama yang melihat hubungan antara kurus dengan genetik.

Makan di malam hari (Pritikin Longevity Center + Spa)

Ingin Kurus Bak Artis Kpop? 10 Idola Korea Selatan Ini Ungkapkan Trik Ampuh Tuk Turunkan Berat Badan

Hasilnya menunjukkan memang ada campuran gen "kurus" yang dapat diwariskan, atau tidak adanya gen yang berhubungan dengan obesitas.

"Penelitian ini pertama kalinya menunjukkan bahwa orang kurus yang sehat umumnya kurus karena mereka memiliki gen yang lebih rendah" kata Sadaf Farooqui , seorang anggota tim peneliti dari University of Cambridge.

Untuk melakukan penelitian, para peneliti membandingkan DNA dari 1.622 orang dengan indeks massa tubuh rendah, 1.985 orang sangat gemuk dan 10.433 orang dengan berat badan normal.

Halaman
12