Namun, Lala mengaku tak ingin mengambil dasar pada satu suku bangsa atau kebudayaan saja.
"Kita nggak mau ambil satu suku tertentu, jadi kita nusantara, kita selalu ngebayangin indah banget nih bisa satu negara dan Pak Bastian (Tito, red) kayak gitu, campur-campur suku luar biasa itu," jelas Lala.
Kebudayaan Indonesia dalam film Wiro Sableng digambarkan dalam beberapa properti yang dipakai.
Misal beberapa senjata yang ternyata terinspirasi dari mandau, senjata sejenis parang yang berasal dari Suku Dayak, Kalimantan.
Sementara itu, kapak yang dipakai Wiro Sableng terinspirasi dari keris khas Jawa.
"Tapi difantasikan, misalnya diperbesar sedikit sizenya, atau dikecilkan sedikit, tapi semuanya dari riset," kata Lala.
Properti lain yang berbasis pada kebudayaan Indonesia adalah kalung yang dipakai tokoh Dewa Tuak.
"Kayak misalnya Dewa Tuak, Andy /rif itu pakai kalung emas itu sebenarnya dari budaya Nias," tutup Lala.