Hujan meteor Perseid terkait dengan komet Swift-Tuttle.
5. Draconid
Hujan meteor Draconid, terjadi setiap bulan Oktober.
Biasanya, puncak dari hujan meteor ini terjadi sekitar 7 dan 8 Oktober.
Nama hujan meteor ini berasal dari konstelasi bintang Draco the Dragon.
6. Orionid
Hujan meteor Orionid juga terkait dengan sisa-sisa dari komet Halley.
Orionid terjadi setiap bulan Oktober dan biasa memuncak antara 21 dan 22 Oktober.
Nama hujan meteor ini berasal dari rasi bintang Orion.
7. Leonid
Leonid terjadi selama bulan November, biasanya memuncak sekitar pertengahan bulan tersebut.
Hujan meteor Leonid terkait dengan komet Tempel-Tuttle dan dinamai sesuai konstelasi bintangnya, yakni Leo.
8. Geminid dan Ursid
Bulan Desember merupakan bulan terbaik untuk pengamat hujan meteor.
Pasalnya, hujan meteor Geminids menghiasi langit pada awal Desember dan memuncak sekitar 13 dan 14 Desember.
Sementara, hujan meteor Ursid mencapai puncaknya sekitar 22 dan 23 Desember.
Hujan meteor Geminid dinamai menurut konstelasi Gemini dan merupakan satu-satunya hujan meteor utama yang sama sekali tidak terkait dengan komet, melainkan dengan asteroid.
Hujan meteor Ursid, di sisi lain, dinamai dari rasi bintang Ursa Minor.