Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Jokowi Lakukan Ciuman Hidung dengan Suku Maori, Simak 15 Fakta Menarik Penghuni Asli Selandia Baru

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suku Maori merupakan suku asli yang mendiami wilayah Selandia Baru.

3. Haka adalah seruan perang leluhur, tarian atau tantangan tradisional dari Maori.

Haka juga digunakan untuk menyambut orang-orang penting yang mengunjungi Marae, atau ditampilkan di festival nasional, acara olahraga, dan event penting lainnya.

4. Orang-orang Maori mendefinisikan diri mereka menurut iwi (suku), hapu (sub-suku), maunga (gunung), dan awa (sungai).

5. Suku Maori juga fasih berbahasa Inggris.

6. Te Reo Maori adalah bahasa Maori.

Bahasa ini diklasifikasikan sebagai bagian Kelompok Polinesia dari Cabang Oseanik Timur Bahasa Austronesia, dan merupakan bahasa resmi Selandia Baru bersama Bahasa Inggris.

7. Marae (sejenis alun-alun) adalah hal yang penting dalam komunitas masyarakat Maori, dan memberikan fokus untuk kehidupan sosial, budaya dan spiritual.

8. Seni tradisional seperti mengukir, menenun, kapa haka (kerja kelompok), whaikorero (pidato) dan moko (tato) adalah praktik budaya khas Suku Maori, dan masih aktif digunakan di seluruh negeri.

9. Navigator Belanda, Abel Tasman adalah orang Eropa pertama yang bertemu dengan masyarakat Maori.

Namun, penjelajah Inggris, Kapten James Cook adalah orang pertama yang secara resmi menemukan Selandia Baru dan mendokumentasikan kontak dengan Maori.

10. Pada 1840, perwakilan Inggris dan kepala Suku Maori menandatangani Perjanjian Waitangi untuk mendirikan pemerintahan Inggris di Selandia Baru.

Serta memberikan kewarganegaraan Inggris Maori dan mengakui hak tanah yang dimiliki orang Maori.

Namun, salinan terjemahan perjanjian ini telah menimbulkan banyak perselisihan selama bertahun-tahun.

11. Penghuni awal Selandia Baru ini memburu moa - spesies burung besar yang tidak bisa terbang yang terakhir, hingga punah.

12. Sebelum kedatangan Bangsa Eropa di Selandia Baru, tidak ada bahasa tertulis bagi Suku Maori.

Halaman
123