Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Guci - Berada di Lereng Gunung Slamet, Air Panas di Sini Dipercaya Sembuhkan Penyakit, Ini Kisahnya

Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gunung Slamet terlihat dari Obyek Wisata Guci, Tegal, Jawa Tengah.

Tidak hanya pada siang hari, ia juga pernah berendam pada malam hari.

Apalagi, kata dia, saat liburan Lebaran tiba.

Biasanya, saudaranya dari Jakarta dan Bandung ketika berkunjung ke rumahnya, ingin berwisata ke Guci.

"Terkadang, kalau hari libur, siang ramai yang mandi air panas. Tidak bebas dan harus antre untuk mandi, jadi kadang berendamnya malam dan setelah itu menginap," jelasnya.

Berasal dari Zaman Wali Songo

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat setempat, nama Guci, konon berasal dari zaman Wali Songo.

Untuk menyebarkan agama Islam di Jawa Tengah bagian barat, khususnya di sekitar Tegal diutuslah seorang wali.

Wali tersebut dibekali air yang ditempatkan di dalam guci atau poci.

Masyarakat percaya, air dalam guci tersebut berkhasiat, sehingga mereka berbondong-bondong meminta kepada sang wali.

Namun, karena jumlah air di guci tersebut jumlahnya terbatas, maka sang wali kemudian menancapkan tongkatnya ke tanah.

Ketika tongkatnya dicabut, dari lubang di tanah bekas tongkat yang ditancapkan mengalir air panas.

Selanjutnya, air panas yang mengalir di Guci hingga saat ini, dipercaya dari tanah bekas tongkat yang ditancapkan itu.

Kemudian, daerah tersebut diberi nama Guci.

Kejadian tersebut konon terjadi di tengah malam saat Malam Jumat Kliwon.

Sehingga, sampai kini setiap malam Jumat Kliwon, banyak masyarakat datang ke Guci untuk berendam.

Mereka percaya, jika melakukan hal tersebut hajat mereka akan terkabul.

Pengunjung akan dimintai untuk membayar tiket saat di pintu masuk Guci.

Harga tiket pada hari biasa yakni untuk dewasa Rp 5000, anak-anak Rp 4500.

Sedangkan untuk hari libur dan tanggal merah, dewasa Rp 7000 dan anak-anak Rp 6500.

Harga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pemerintah setempat.