TRIBUNTRAVEL.COM - Pulau Ular di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), tak hanya terkenal karena keindahan alamnya, tapi juga karena kisah mitos yang menyelimutinya.
Pulau kecil ini dihuni oleh ratusan ular laut berbisa yang konon dianggap sebagai penjaga pulau dan simbol kekuatan alam.
Warga sekitar percaya bahwa ular-ular ini tidak pernah mengganggu pengunjung selama mereka menghormati keberadaan sang penjaga.
Namun, ada satu aturan tak tertulis yang wajib dipatuhi: jangan pernah membawa pulang ular dari pulau ini, karena dipercaya bisa mendatangkan kesialan.
Baca juga: Daya Tarik Pulau Kambing di Kabupaten Bima NTB, Termasuk Akses Menuju ke Sana
Mitos ini sudah lama dipercaya oleh masyarakat lokal dan menjadi bagian dari daya tarik mistis Pulau Ular.

Selain kisah uniknya, pulau ini juga menawarkan pemandangan laut yang cantik dan cocok untuk eksplorasi singkat.
Kamu bisa menyeberang ke Pulau Ular menggunakan perahu dari Pantai Oi Caba dengan waktu tempuh sekitar 10 menit saja.
Terletak di tengah laut Desa Pai, Kecamatan Wera, pulau ini menawarkan pengalaman wisata yang tak biasa dan memacu adrenalin.
Baca juga: Itinerary Pulau Pahawang 3 Hari 2 Malam untuk Perjalanan 2 Orang, Segini Bujetnya
Dengan luas hanya sekitar 800 meter persegi, Pulau Ular tidak dihuni oleh manusia, melainkan oleh ribuan ekor ular laut berwarna hitam putih dengan pola belang khas.
Ular-ular tersebut merupakan spesies Laticauda colubrina, sejenis ular laut berbisa yang tergolong semi-akuatik.
Mereka berburu di laut, namun sering naik ke daratan untuk beristirahat, berganti kulit, atau berkembang biak.
Meski berbisa, ular-ular di pulau ini terkenal jinak dan tidak agresif.
Baca juga: Liburan Akhir Pekan ke Pulau Bedil: Raja Ampat Versi Banyuwangi, Jawa Timur
Sejak dibuka untuk kunjungan sekitar tahun 1990-an, belum pernah tercatat kasus gigitan atau serangan terhadap manusia.
Pengunjung bahkan bisa melihat ular berenang di perairan jernih atau bersembunyi di sela karang, dan tidak jarang pula wisatawan berani menyentuh serta berfoto dengan ular tersebut.

Larangan dan Kepercayaan Lokal
Masyarakat setempat memegang teguh aturan adat yang berlaku di pulau ini.
Salah satu larangan utama adalah tidak boleh membawa keluar ular dari pulau, karena diyakini akan membawa musibah bagi pelakunya.
Baca juga: Itinerary 2D1N Akhir Pekan ke Pulau Harapan dari Tangerang, Bujet Hemat Rp 650 Ribu
Bahkan nelayan pun akan segera melepaskan ular yang tersangkut di jaring mereka.
Menurut cerita turun-temurun, ular-ular tersebut dipercaya sebagai jelmaan manusia zaman dahulu yang mengasingkan diri ke pulau ini.
Oleh karena itu, ular-ular itu dianggap sebagai penjaga alam dan pembawa berkah bagi warga Desa Pai.
Baca juga: Itinerary Belitung 3 Hari 2 Malam dari Jakarta, Budget Rp 3,2 Juta Termasuk Open Trip Pulau Lengkuas
Fenomena Mistis dan Keunikan Alam Pulau Ular
Salah satu cerita mistis yang sering dibagikan oleh warga adalah fenomena unik setiap hari Jumat, di mana ular-ular akan tampak mengapung serempak di permukaan laut, seolah sedang “berkumpul”.
Fenomena ini menambah daya tarik spiritual dan misterius dari pulau tersebut.
Menariknya, meskipun pulau ini berada di tengah laut dan tidak memiliki sumber air tawar, terdapat dua pohon kamboja yang tumbuh di perbukitannya.
Tidak ada yang mengetahui pasti bagaimana pohon-pohon itu bisa tumbuh di sana. Pulau ini juga ditumbuhi rumput hijau alami yang menambah pesona lanskapnya.
Cara Menuju Pulau Ular di Bima
Untuk mencapai Pulau Ular, pengunjung dapat memulai perjalanan dari Kota Bima.
Jarak tempuh menuju Desa Pai di Kecamatan Wera sekitar 2 jam menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Jalanan sudah cukup mulus, jauh lebih baik dibandingkan kondisi pada tahun 1990-an.
Setibanya di Desa Pai, perjalanan dilanjutkan dengan perahu motor menyeberang sejauh 500 meter.
Biaya sewa perahu sangat terjangkau, sekitar Rp15.000 per orang, tergantung jumlah penumpang.
Aktivitas Seru di Pulau Ular
Selain menikmati suasana alam dan melihat langsung ular-ular laut yang unik, pengunjung juga bisa memancing atau memesan ikan segar dari para nelayan sekitar.
Aktivitas ini menjadi pelengkap liburan seru bagi para pecinta alam dan penjelajah tempat-tempat eksotis.
Tonton juga:
Rekomendasi 5 pantai di Bima
Traveler, jika kamu ingin menjelajah wisata pantai di Bima tenang saja.
Ada banyak pantai menarik yang bisa kamu jelajahi.
Berikut rekomendasinya:
1. Pantai Tanjung Meriam
Pantai Tanjung Meriam meruapakan salah satu destinasi andalan di Bima.
Daya tarik Pantai Tanjung Meriam terletak pada hadirnya susunan batu Columnar Joint yang membentuk bukit.
Batu-batu tersebut sangat unik karena tertumpuk dan berjajar rapi dan terbentuk secara alami.
Biasanya wisatawan yang berlibur ke Pantai Tanjung Meriam akan memanfaatkan momen untuk berfoto dengan deretan batu tersebut karena cukup ikonik.
Harga tiket: Rp 5.000
Lokasi: Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
2. Pantai Pink
Tak cuma Labuan Bajo, di Bima juga ada Pantai Pink.
Sesuai namanya, destinasi ini dikenal begitu memesona berkat butiran pasirnya yang berwarna pink.
Warna tersebut membentuk gradasi yang indah saat berpadu dengan birunya langit dan lautan.
Menariknya lagi, Pantai Pink di Bima dikelilingi juga dengan perbukitan sehingga membuat lanskapnya semakin menakjubkan.
Harga tiket: Rp. 10.000
Lokasi: Sekaroh, Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat
3. Pantai Lariti
Rekomendasi pantai di Bima yang eksotis selanjutnya ada Pantai Lariti.
Daya tarik Pantai Lariti terletak pada hadirnya sebuah garis pantainya yang menjadi jalur untuk menuju ke sebuah pulau kecil.
Saat pasang, garis pantai tersebut akan terendam air, namun saat surut akan membentuk jalur bak membelah lautan.
Fenomena ini cukup unik, maka tak heran jika Pantai Lariti kerap jadi incaran para wisatawan.
Harga tiket: Rp 5.000
Lokasi: Desa Soro, Kecamatan Lambu Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
4. Pulau Kelapa
Dari Pantai Tanjung Meriam kamu bisa melanjutkan perjalanan liburan dengan menyebrang ke Pulau Kelapa.
Tampat wisata di Bima ini menyuguhkan paket liburan langkap karena memiliki lanskap alam yang menarik untuk dieksplorasi.
Pesona Pulau Kelapa sendiri terkenal dengan hamparan laut birunya yang berpadu sempurna dengan kawasan perbukitan hijau.
Di kawasan pulau ini wisatawan dapat sekaligus trekking, berkemah, hingga snorkeling.
Harga tiket: Rp 300.000-Rp 350.000 untuk sewa kapal
Lokasi: Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
5. Pantai Kalaki
Pantai Kalaki juga menjadi pantai di Bima yang banyak jadi andalan para traveler.
Dikatakan demikian karena Pantai Kalaki memiliki kawasan yang mudah diakses namun pesonanya juga tak kalah cantik.
Ombak dari Pantai Kalaki juga tergolong cukup tenang, jadi sangat cocok untuk bermain air seharian.
Tak hanya itu, Pantai Kalaki juga punya pesona matahari terbenang yang menakjubkan serta suasana yang tenang.
Harga tiket: Rp 5.000
Lokasi: Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat
(TribunLombok.com) (TribunTravel/nurulintaniar/zainiya)
Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Liburan ke Pulau Ular di Bima: Lokasi, Akses, dan Mitosnya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.