TRIBUNTRAVEL.COM - Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo langsung ramai pengunjung sejak dibuka pada 1 Maret 2023.
Pembukaan Masjid Raya Sheikh Zayed memang sudah lama dinanti-nantikan para wisatawan.

Setelah dibuka, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Ramainya Masjid Raya Sheikh Zayed Solo pun berpengaruh pula pada penjualan dagangan para pedagang makanan di sekitarnya.
Baca juga: Fasilitas Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Ramah Disabilitas, Lansia dan Ibu Menyusui
Satunya di antaranya warung bakso milik Siti (45).
Sejak berdagang di kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed, ia mengaku bisa menjual 100 porsi dari pukul 10.00 sampai 16.00 WIB.
Dengan demikian ia mengantongi omzet per harinya mencapai Rp 1 juta.
"Ramai. Sekitar 100 orang ada," tuturnya kepada TribunSolo.com, Sabtu (4/3/2023).

Ia melihat antusiasme pengunjung cukup tinggi, di antaranya penasaran bagaimana megahnya masjid pemberian Pemerintah UEA senilai Rp 300 miliar tersebut.
"Banyak yang datang. Antusiasnya banyak," terangnya.
Untuk bisa berjualan di sini ia hanya perlu membayar retribusi untuk kebersihan sebesar Rp 5.000 per hari.
Namun, ia justru melihat ada sedikit penurunan pembeli saat masjid mulai dibuka untuk umum pada Rabu (1/3/2023).
Sebab, para pengunjung lebih berfokus untuk salat berjamaah.
Berbeda saat sebelum dibuka di mana pengunjung hanya bisa berfoto dari luar masjid.
"Tujuannya kan ibadah. Kalau sebelum dibuka kan datang jajan," aku dia.
"Sekarang fokusnya justru ibadah. Sejak dibuka malah agak berkurang sedikit. Soalnya fokus langsung masuk. Kalau sebelumnya foto jajan pulang," jelasnya.
Baca juga: Cara ke Masjid Raya Sheikh Zayed, Bisa Naik Shuttle Bus dari Terminal Tirtonadi & Pura Mangkunegaran
Ribuan Orang Kunjungi Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Masjid Raya Sheikh Zayed yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah ramai dikunjungi anak-anak hingga orang tua.
Pantauan TribunSolo.com, dalam salat lima waktu mulai subuh hingga isya, tampak jamaah berjubel memasuki ruang utama.
Tampak ribuan orang bergantian memasuki ruangan salat.
Di antaranya adalah siswa MAN 3 Ngawi yang berkunjung pada Sabtu (4/3/2023).
Wakil Kepala Urusan Kurikulum MAN 3 Ngawi Yunus menjelaskan pihaknya memboyong sekira 200 orang untuk datang ke Masjid Raya Sheikh Zayed.
"Ini tadi pembelajaran kontekstual di Museum Sangiran. Ini objek yang kedua," tuturnya.
Pihaknya telah merencanakan sekira 1 bulan yang lalu, menanti Masjid Raya Sheikh Zayed dibuka untuk umum.
"Saya lihat pembukaan masjid ini oleh Pak Wakil Presiden," katanya.
Ia berharap Masjid Raya Sheikh Zayed dapat meningkatkan kesadaran untuk beribadah.
Meskipun menjadi tempat wisata, ia tetap ingin Masjid Raya Sheikh Zayed berfungsi sebagaimana mestinya
"Mestinya utamanya untuk tempat ibadah. Tidak sekadar untuk objek wisata," terangnya.
"Termasuk dijaga kebersihannya kemudian juga mudah-mudahan istiqomah ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya," harap dia.
Baca juga: Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Siap Sambut Ramadhan 2023, Bakal Ada Sejumlah Kegiatan Keagamaan
Parkiran Dipenuhi Ribuan Kendaraan
Parkiran Masjid Raya Sheikh Zayed terlihat begitu penuh sejak rumah ibadah ini dibuka buat umum.
Salah satu petugas parkir, Widyasmartanto, mengungkapkan bahwa setiap hari dari pagi hingga malam ada ribuan kendaraan pengunjung.
"Ada 4.000-5.000 kendaraan," terang dia.
Terlebih usai dibuka pada Rabu (1/3/2023) lalu, kendaraan mengalami peningkatan cukup pesat, di antaranya motor.
Baca juga: Viral Foto Jennie BLACKPINK Pakai Hijab di Masjid Agung Sheikh Zayed Abu Dhabi
"Setelah dibuka ini motor cukup banyak. Empat kali lipat dari biasanya. 1.000 unit juga ada," tuturnya.
Selain itu, sejak dibuka untuk umum para pengunjung menjadi lebih lama berada di Masjid Raya Sheikh Zayed.
Sebab, mereka bisa berkeliling di dalam bangunan Masjid Raya Sheikh Zayed dan melaksanakan salat berjamaah.
Sedangkan dulu sebelum dibuka, pengunjung hanya bisa berfoto dan mengagumi keindahan Masjid Raya Sheikh Zayed dari luar.
Baca juga: Aturan Parkir Bus Wisata Pengunjung Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Parkir Sembarang Digembok
"Pas belum dibuka sebentar. Setelah dibuka cukup lama. Salat habis maghrib nunggu isya," tuturnya.
Menurut dia, pengelolaan parkir di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed dilakukan oleh warga sekitar dengan tarif bervariasi.
"Tarif motor Rp 2.000. Mobil Rp 3.000-Rp 5.000," tuturnya.
Dengan demikian, jika dihitung maka untuk motor bisa mencapai Rp 2 juta.
Sedangkan mobil pribadi setidaknya bisa menembus Rp 9 juta, di mana sebagian disetorkan ke kas kampung dan Dinas Perhubungan (Dishub).
"Ada kas ke kampung ada yang ke Dishub," tuturnya.
Saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah, untuk sementara mobil pribadi menempati badan jalan depan masjid.
"Bus hanya drop langsung keluar. Tidak boleh parkir di sini. Elf masih boleh. Sementara di sini. Kita belum tahu keputusannya nanti kayak apa," tuturnya.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Kisah Bakul Bakso di Sekitar Masjid Sheikh Zayed Solo : Sehari 100 Porsi Ludes, Bawa Uang Rp1 Juta.
Simak juga artikel lainnya seputar Masjid Raya Sheikh Zayed di sini.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.