Breaking News:

Kenapa Selalu Ada Lampion Cantik Bernuansa Merah saat Tahun Baru Imlek?

Kenapa selalu ada lampion bernuansa merah saat Tahun Baru Imlek? Ternyata ada makna khusus di baliknya.

Editor: Nurul Intaniar
TribunTravel.com/Kurnia Yustiana
Lampion Imlek di kawasan Balai Kota Surakarta dan Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, Senin (31/1/2022). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tahun Baru Imlek akan segera tiba.

Biasanya, menjelang Tahun Baru Imlek di sejumlah tempat mulai dipasangi dengan lampion cantik bernuansa merah.

Lampion Imlek di kawasan Balai Kota Surakarta dan Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, Senin (31/1/2022).
Lampion Imlek di kawasan Balai Kota Surakarta dan Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, Senin (31/1/2022). (TribunTravel.com/Kurnia Yustiana)

Lampion memang identik selalu ada saat Imlek.

Bahkan, lampion sering digunakan sebagai hiasan untuk mendekorasi suatu ruangan indoor maupun outdoor.

Baca juga: Harga Tiket Tribun Festival Malam Lampion dan Festival Cap Go Meh di Singkawang, Simak Ketentuannya

Di Solo misalnya, lampion terpasang di sepanjang jalan untuk menghiasi kota.

Tentu saja keindahan lampion bernuansa merah ini menjadi pemandangan keren di sepanjang jalan.

Tapi bukan sekedar untuk hiasan saja, rupanya ada makna khusus kenapa selalu ada lampion saat Imlek.

Simak ulasannya yuk!

Mengutip dari Culture Trip, lentera China atau yang kerap disebut dengan lampion tujuan awalnya hanyalah untuk menjadi sumber cahaya saja.

Orang-orang dari Dinasti Han Timur kuno dulunya membuat lampion dari rangka bingkai bambu, kayu, atau jerami gandum.

Baca juga: 3 Tempat Belanja Pernak-Pernik Imlek 2023 Jakarta, Lampion Merah Paling Laku di Glodok

Lalu meletakkan lilin di tengahnya dan merentangkan sutra atau kertas di atasnya sehingga nyala api tidak akan tertiup angin.

Di kemudian hari, lampion diadopsi para biksu Buddha sebagai bagian dari ritual ibadah mereka pada hari ke-15 bulan pertama kalender lunar.

Ilustrasi lampion yang dipasang untuk menyambut Imlek.
Ilustrasi lampion yang dipasang untuk menyambut Imlek. (Unsplash/Andrew Haimerl)

Atas perintah seorang kaisar, orang-orang bergabung dalam ritual itu lalu menyalakan lentera untuk menghormati Buddha dan membawanya ke istana di Luoyang.

Umumnya masyarakat Tionghoa merayakan merayakan festival lampion di hari ke-15 dalam kalender Lunar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved