Breaking News:

Fakta Unik Tulsi, Desa Kecil di India yang Hampir Semua Penduduknya Jadi Youtuber

Lebih dari sepertiga dari 3.000 penduduk Desa Tulsi secara aktif membuat video dan mempostingnya di YouTube untuk mendapatkan keuntungan.

Jesus Loves Austin / Unsplash
Ilustrasi sekelompok orang di India yang membuat video Youtube 

TRIBUNTRAVEL.COM - India sejak lama di kenal akan keunikannya.

Masing-masing kawasan di India memiliki keunikan tersendiri.

Baca juga: Terjadi Lagi, Turis Wanita Digigit Monyet saat Foto-foto di Taj Mahal India

Ilustrasi nonton video di Youtube
Ilustrasi nonton video di Youtube (USA-Reiseblogger /Pixabay)

Desa Tulsi di India ini misalnya.

Desa kecil di negara bagian Chhattisgarh, India ini dikenal sebagai 'Desa YouTube' .

Bukan tanpa alasan mengapa Desa Tulsi di India dijuluki sebagai Desa Youtuber.

Baca juga: 7 Restoran Terbaik di Little India Singapura untuk Makan Siang yang Enak dan Mengenyangkan

Ini karena sepertiga penduduknya membuat video untuk mencari nafkah.

Dilansir dari odditycentral, konten video online lebih populer dari sebelumnya, dan tidak heran jutaan orang di seluruh dunia bekerja keras untuk membangun karier sebagai pembuat video.

Tak terkecuali penduduk di Desa Tulsi.

Lebih dari sepertiga dari 3.000 penduduknya secara aktif membuat video dan mempostingnya di YouTube untuk mendapatkan keuntungan.

Banyak dari pembuat konten ini dulunya adalah petani, tetapi setelah mendengar bahwa beberapa rekan mereka sukses jadi youtuber, mereka memutuskan untuk melakukan hal yang sama.

Kisah Desa YouTube India dimulai dengan dua orang sahabat, Gyanendra Shukla dan Jai Verma, yang masing-masing meninggalkan pekerjaan mereka sebagai insinyur jaringan dan guru, untuk membuat konten video.

Baca juga: Keren! India Punya Pedoman Baru untuk Cegah Serangan Burung dan Satwa Liar di Pesawat

Ilustrasi sekelompok orang di India yang membuat video Youtube
Ilustrasi sekelompok orang di India yang membuat video Youtube (Jesus Loves Austin / Unsplash)

Baca juga: Cerita Pria India Tak Mandi 22 Tahun, Ada Alasan Mulia di Balik Tindakannya

Tak lama kemudian mereka mulai mendapatkan cukup banyak uang dari usaha baru mereka, dan kabar keberhasilan mereka menyebar ke seluruh desa, menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak mereka.

“Saya bekerja di SBI sebelumnya, sebagai insinyur jaringan. Kantor saya memiliki internet berkecepatan tinggi dan saya biasa menonton video YouTube di sana,” kata Shukla kepada kantor berita ANI. “Saya sudah menyukai film. Pada 2011-12, versi baru YouTube diluncurkan. Pada saat itu, ada sangat sedikit saluran di youtube. Saya tidak puas dengan pekerjaan 9 sampai 5 saya. Jadi saya meninggalkan pekerjaan dan mulai dengan YouTube.”

Sekitar 40 persen penduduk desa kini terlibat dalam pembuatan konten video untuk platform seperti YouTube, TikTok atau Instagram, dengan usia termuda 15 tahun dan tertua nenek 85 tahun.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved