Breaking News:

Keren! India Punya Pedoman Baru untuk Cegah Serangan Burung dan Satwa Liar di Pesawat

India meluncurkan pedoman baru untuk mencegah serangan burung dan satwa liar di pesawat.

Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Sinta Agustina
Unsplash/Artturi Jalli
Baru-baru ini India menerapkan pedoman baru untuk mengantisipasi serangan burung dan satwa liar di pesawat mulai Jumat (12/8/2022). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) India mengeluarkan pedoman baru untuk operator bandara mengenai satwa liar.

Pedoman baru India tersebut diterbitkan mulai Jumat (12/8/2022).

Ilustrasi pesawat berputar di langit.
Ilustrasi pesawat berputar di langit. (Unsplash/photosbysamuelhb)

India menerbitkan pedoman baru karena dilatarbelakangi oleh peningkatan yang signifikan tentang insiden penerbangan terkait satwa liar.

Namun operator bandara diminta untuk memastikan bahwa insiden semacam itu dibatasi secara manusiawi sambil mengikuti semua undang-undang pelestarian satwa liar yang relevan.

Baca juga: Di Tengah Tren Jet Pribadi, Tom Holland Pilih Pesawat Komersial saat Terbang ke Budapest

Dalam sebuah rilis yang dikutip dari Simple Flying, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara India menuliskan:

“Ketika upaya untuk memanipulasi perilaku satwa liar dan mencegah mereka datang terlalu dekat dengan aerodrome gagal, teknik yang berbeda perlu digunakan yang mungkin melibatkan menjebak dan melepaskan mereka di lokasi baru. Operator aerodrome harus memastikan bahwa mereka mengadukan semua peraturan dan peraturan badan negara bagian dan lokal mengenai spesies satwa liar yang bersangkutan, dan bahwa mereka melakukan pemindahan dengan cara yang manusiawi.”

Tentang Pedoman Baru Penerbangan India

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah meminta operator bandara untuk mengikuti serangkaian instruksi yang ditujukan untuk mengurangi serangan burung dan satwa liar lainnya di pesawat.

Pedoman baru ini termasuk menyusun dan menerapkan program pengelolaan habitat untuk mengurangi jumlah satwa liar berbahaya, melakukan prosedur penilaian risiko, dan merekam aktivitas burung di sekitar bandara.

Pengawas penerbangan juga meminta patroli sporadis dilakukan agar satwa liar tidak 'belajar' atau terbiasa dengan waktu patroli.

Selain itu, pengawasan rutin disertai patroli rutin harus dilakukan oleh petugas bandara untuk mencatat data pergerakan burung.

Data ini akan digunakan untuk mengidentifikasi pola potensial dan area berisiko tinggi yang memerlukan patroli lebih sering.

Setelah semua ini dilakukan, operator juga diharuskan untuk menyiapkan mekanisme komunikasi yang efektif untuk memberi tahu pilot jika ada aktivitas satwa liar yang signifikan di lokasi atau sekitar aerodrome.

Baca juga: Tantangan Penerbangan: Cara Pilot Terbangkan Pesawat saat Langit Berkabut Tebal

Baca juga: Sambut HUT ke-77 RI, Tiket Pesawat Garuda Indonesia Diskon hingga 45 Persen

Serangan Burung Sebabkan Pesawat Mendarat Darurat

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved