Breaking News:

Kenaikan BBM Berdampak ke Industri Pariwisata, Begini Sikap Sandiaga Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi kenaikan harga BBM yang berdampak pada industri pariwisata Indonesia.

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Warta Kota/angga bhagya nugraha
Kenaikan harga bbm berdampak ke industri pariwisata, Sandiga Uno beri tanggapan. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak pada industri pariwisata Indonesia, hal ini menjadi perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Saat ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah menyiapkan beberapa langkah atau kebijakan dalam menyikapi kenaikan harga BBM yang berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mengingat mobilitas manusia menjadi indikator utama pariwisata.

Petugas SPBU di Rest Area KM 19 Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, sedang melayani pelanggan. Pengguna pertalite dan biosolar kini harus menggunakan aplikasi MyPertamina.
Petugas SPBU di Rest Area KM 19 Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, sedang melayani pelanggan. Pengguna pertalite dan biosolar kini harus menggunakan aplikasi MyPertamina. (WARTA KOTA/YULIANTO)

Dalam Weekly Brief with Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (12/9/2022), Sandiaga Uno menjelaskan kenaikan harga BBM hingga 30 persen ini akan menyebabkan potensi kenaikan harga pada industri pariwisata dan pendukungnya seperti transportasi, akomodasi, dan jasa penyedia makan minum, dikutip TribunTravel dari siaran pers resminya.

Kenaikan BBM kali ini berpotensi membuat wisatawan yang tetap memiliki daya beli berwisata akan lebih menekan pengeluarannya saat berwisata, diperkirakan kurang lebih sekitar 10 persen.

Baca juga: Ucap Belasungkawa, Sandiaga Uno Kenang Momen Kunjungan Ratu Elizabeth II ke Indonesia pada 1974

Menyikapi hal ini Kemenparekraf mengeluarkan tiga kebijakan.

Tonton juga:

Di antaranya bantuan bimbingan teknis dan pendampingan bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif pada level kecil dan juga mikro agar bisa mengelola biaya operasionalnya lebih baik.

Kemudian, mendorong wisata minat khusus yang berpotensi mengurangi konsumsi BBM baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti sport tourism, wisata gowes, dan lari atau marathon.

Secara jangka panjang, industri pariwisata dan ekonomi kreatif harus mulai shifting secara konsisten pada pengembangan sumber energi terbarukan, sesuai dengan konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Baca juga: Dieng Culture Festival 2022 Bawa Misi Khusus, Sandiaga Uno: Berpotensi Jadi Event Kelas Dunia

"Bagaimana mereka mengurangi penggunaan dari energi fosil yang sekarang harganya meningkat, tapi mulai menggunakan energi surya, energi listrik, maupun energi sumber daya baru yang banyak ditemui di destinasi wisata. Jadi itu yang menjadi fokus kita tiga hal, mudah-mudahan ini bisa membantu sektor wisata terutama pariwisata domestik maupun produk ekonomi kreatif dalam menyikapi meningkatnya harga BBM," kata Sandiaga Uno.

Pelancong berjalan melalui ruang kedatangan internasional di Bandara Internasional Ngurah Rai.
Pelancong berjalan melalui ruang kedatangan internasional di Bandara Internasional Ngurah Rai. (SONNY TUMBELAKA / AFP)

Baca juga: Harga BBM Naik, Gibran Ingin Tarif BST Tetap Gratis untuk Penumpang

Di sisi lain, perkembangan digital nomad menunjukkan peningkatan yang positif.

Berdasarkan data Imigrasi, jumlah wisatawan yang menggunakan visa kunjungan dengan tujuan sosial budaya ke Indonesia pada periode Januari – Agustus 2022 mencapai 3.017 wisatawan terutama dari tiga negara terbanyak yakni Russia, Amerika Serikat, dan Inggris.

Menurut kajian Kemenparekraf, Canggu, Bali merupakan wilayah dengan jumlah digital nomad terbesar di Bali, dan saat ini sudah terjadi penyebaran hingga ke Jimbaran dan Uluwatu. 

Baca juga: Demi Keamanan, Pengendara Motor Wajib Turun saat Isi BBM di SPBU, Termasuk Motor Sport

Adapun tiga besar pasar digital nomad ke Bali adalah Russia, Inggris, dan Jerman serta negara-negara pecahan Uni Soviet/Commonwealth of Independent States (CIS) seperti Ukraina, Kazakstan, dan Uzbekhistan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved