Breaking News:

Kapal Pesiar Terbesar di Dunia Batal Berlayar dan Malah Dijual, Kenapa?

Kapal pesiar terbesar di dunia, Global Dream II, dijual bahkan sebelum berlayar, alasanya karena biaya produksi yang sangat besar.

Flickr/ Andrew Smith
Ilustrasi kapal pesiar mewah. Kapal pesiar terbesar di dunia, Global Dream II, dijual bahkan sebelum pelayaran pertamanya akibat biaya produksi yang terlalu besar. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kapal pesiar terbesar di dunia, Global Dream II, terpaksa harus mengubur impian untuk menjalani pelayaran pertamanya.

Dengan kemampuan mengangkut 9.000 penumpang, Global Dream II akan menjadi tontonan yang luar biasa dan kapal pesiar terbesar di dunia dalam hal kapasitas penumpang.

Ilustrasi kapal pesiar. Kapal pesiar terbesar di dunia, Global Dream II, terpaksa harus mengubur impian untuk menjalani pelayaran pertamanya lantaran gagal produksi akibat biayanya yang sangat besar.
Ilustrasi kapal pesiar. Kapal pesiar terbesar di dunia, Global Dream II, terpaksa harus mengubur impian untuk menjalani pelayaran pertamanya lantaran gagal produksi akibat biayanya yang sangat besar. (Pexels /Pixabay)

Kapal pesiar yang baru dibangun tersebut mengalahkan Wonder of the Seas, yang merupakan pemegang rekor kapal pesiar terbesar saat ini.

Namun sayang, pembangunan Global Dream II harus terkendala dan kini banyak suku cadanganya yang dijual.

Baca juga: Misteri Kapal Pesiar Termahal di Dunia Senilai Rp 71,7 T, Tak Pernah Dilihat Orang Secara Langsung

Melansir laman express.co.uk, Selasa (6/9/2022), alasan mengapa kapal besar ini dibuang adalah karena biayanya yang sangat besar.

Global Dream II dilaporkan menelan biaya Rp 20,6 triliun untuk membangunnya, tetapi tetap saja masih punya kekurangan RP 3,4 miliar dari anggaran.

Kapal itu dibangun oleh perusahaan Jerman-Hong Kong MV Werften, yang mengajukan kebangkrutan pada Januari 2022, tepat saat konstruksinya segera berakhir.

Tak mengherankan, industri pelayaran merupakan salah satu sektor yang paling terdampak selama pandemi.

Global Dream II akan dijual untuk beberapa suku cadangnya dan dibuang di tumpukan sampah jika pembeli tidak ditemukan.

Pembeli tersebut harus mengeluarkan dana sebesar Rp 15,5 miliar.

Mesin kapal dan beberapa bagian lainnya akan dijual.

Namun, lambung bagian bawah (artinya badan kapal) akan dilelang untuk dijadikan barang bekas.

Baca juga: Mewahnya Kapal Pesiar di Qatar, Bakal Jadi Tempat Menginap Penonton Piala Dunia 2022

Kapal Global Dream pertama juga bisa mengalami nasib yang sama jika tidak segera menemukan pembeli.

Kedua Global Dreams saat ini disimpan di galangan kapal Jerman, tetapi baru-baru ini dijual.

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved