Breaking News:

Turis Australia Ditangkap Gara-gara Mengendarai Moped di Kawasan Terlarang Situs Kuno Pompeii

Seorang turis pria asal Australia ditangkap gara-gara mengendarai moped di area terlarang kota kuno Pompeii Italia.

Unsplash/D Jonez
Gunung Vesuvius terlihat dari Kota Pompeii 

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang pria Australia ditangkap gara-gara menjelajahi kota kuno Pompeii dengan moped.

Moped adalah sebuah sepeda motor kecil berpedal yang dirancang untuk transportasi sederhana dan murah, tanpa perlu surat izin mengemudi.

Pompeii merupakan sebuah kota kuno yang dibangun sekitar abad ke-8-9 sebelum Masehi.

Penggunaan moped di Italia sebenarnya sudah biasa.

Namun, turis Australia itu diketahui mengemudi melewati situs Campanian di Pompeii yang dilindungi sejak letusan Gunung Vesuvius tahun 79 Masehi.

Dalam siaran pers dari situs resmi Pompeii, diketahui turis itu masuk lewat gerbang layanan Porta Vesuvio.

Baca juga: Panduan Liburan ke PopArt Jakarta 2022, Lengkap dengan Jadwal Sesi Kunjungan

Ilustrasi Taman Arkeologi Pompeii di Italia, Sabtu (17/10/2020).
Ilustrasi Taman Arkeologi Pompeii di Italia, Sabtu (17/10/2020). (Pixabay/Falco)

Ia mengikuti mobil perusahaan konstruksi yang berkendara ke daerah tersebut.

Kemudian, turis Australia itu ditemukan oleh tim pengawasan.

Pihak pengelola taman menduga turis pria tersebut baru berkeliling bagian luar kota Pompeii saja.

"Bentang yang dilewati adalah jalan di luar tembok kota kuno, di area yang saat ini sedang dilakukaan pekerjaan galian. Demi keselamatan, jalan tersebut tidak boleh diakses publik," jelas Situs Pompeii.

Reruntuhan kota Pompeii di Italia
Reruntuhan kota Pompeii di Italia (Gambar oleh falco dari Pixabay)

Baca juga: Sopir Bus Kembalikan Dompet Gucci dan Uang Tunai Lebih dari Rp 7,4 Juta yang Ditemukannya

Dikutip dari laman UNILAD, Sabtu (13/8/2022), insiden itu juga terekam jelas oleh kamera pengawasan dari Taman Arkeologi tersebut.

Karena melewati area terlarang, turis tersebut dilaporkan oleh petugas taman.

Tim keamanan dan polisi segara datang ke lokasi untuk mengamankan pria tersebut.

Saat ditanya petugas, turis pria asal Australia tersebut mengaku situs arkeologi yang cukup terkenal itu tak boleh sembarangan dilewati.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved