Breaking News:

Tanggapan Bos Indofood Soal Kabar Harga Mi Instan yang Disebut Akan Naik 3 Kali Lipat

Beginilah tanggapan bos Indofood terkait kabar harga mi instan yang disebut naik tiga kali lipat.

Editor: Nurul Intaniar
TribunTravel/ Nurul Intaniar
Sajian mi instan pedas dengan topping telur mata sapi, Minggu (7/8/2022). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Mi instan menjadi salah satu makanan cepat saji favorit banyak orang.

Tapi baru-baru ini media sosial sedang diramaikan soal kabar naiknya harga mi instan menjadi tiga kali lipat.

Produk mi instan merk Indomie dengan kemasan mangkok kosong.
Produk mi instan merk Indomie dengan kemasan mangkok kosong. (Tribun Jateng/Idayatul Rohmah)

Namun, kabar naiknya harga mi instan tersebut dibantah oleh Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Franciscus Welirang.

Franciscus mengatakan bahwa kabar naiknya harga mi instan tidaklah benar adanya.

Baca juga: Erick Thohir Diingatkan Bawa Mi Instan & Lotion Anti Nyamuk, Bekal Kemah Bareng Jokowi

Menurut Franciscus, mi instan merupakan produk yang bukan hanya terdiri dari komponen terigu saja.

Sehingga tidak akan berpengaruh besar terhadap harga jual mi instan di Indonesia.

"Mi instan itu kan bukan hanya terigu, komponen terigunya juga tidak besar-besar amat," kata Franciscus, Rabu (10/8/2022) dilansir dari Kompas.com.

Lebih lanjut, Franciscus memaparkan bahwa komponen dalam produk mi instan bukan hanya berasal 100 persen dari bahan baku gandum saja.

Oleh karena itu, Bos Indofood tersebut mengatakan kenaikan harga gandum tidak akan membuat harga mi instan naik 3 kali lipat.

"Coba cabai kemarin naik tinggi, emang harga mi ikut naik? Padahal kan ada cabai dalam proses pembuatannya. Terus pas harga minyak goreng naik, mi emang naik kan tidak. Jadi memang enggak begitu berdampaklah," sambung Franciscus.

Franciscus sebagai Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) mengaku, sejauh ini belum ada anggotanya yang mengeluhkan tersendatnya distribusi gandum.

"Masih aman-aman saja, masih lancar. Belum ada keluhan tuh sampai sekarang," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan harga mi instan bakal naik 3 kali lipat lantaran naiknya harga gandum yang disebabkan oleh dampak perang Rusia-Ukraina.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat kurang lebih 180 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa keluar dari negara tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved