Breaking News:

Jualan di Bawah Jembatan, Rames Sorjem jadi Kuliner Legendaris di Purwokerto Sejak 1950-an

Di bawah jembatan Stasiun Purwokerto, ada penjual rames enak yang terkenal dan legendaris yang disebut rames Sorjem atau 'Ngisor Jembatan'.

Flickr/Alper Çu?un
Ilustrasi nasi rames untuk sajian makan malam yang mengenyangkan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Traveler yang melintas di depan Stasiun Daop 5 Purwokerto, harus coba rames bawah Jembatan. 

Penjual rames di bawah jembata dekat Stasiun Purwokerto ini cukup terkenal.

Orang-orang mengenalnya dengan sebutan Sorjem yang merupakan singkatan  "Ngisor Jembatan" atau dalam Bahasa Indonesia artinya bawah jembatan.

Jembatan yang berada dekat dengan stasiun Purwokerto ini menjadi saksi bersamaan dibangunnya stasiun kereta api di Purwokerto.

Di atas jembatan tertulis angka tahun 1967, menunjukan tahun pembuatan Jembatan.

Jembatan tersebut merupakan akses yang menghubungkan dari arah perkotaan Purwokerto menuju pemukiman di kelurahan Kober. 

Saksi sejarah keberadaan jembatan adalah pedagang rames bernama Katem yang sudah berjualan sejak tahun 1950-an.

Saat ini Katem sudah wafat dan digantikan oleh anaknya yaitu Darsini (50) dan masih berjualan di bawah Jembatan. 

"Awal mula ibu saya yang jualan sini, dulu banyak sekali pedagang jualan sekitar sini. 

Ibu Darsini yang merupakan anak dari bu Katem penjual rames legendaris di bawah Jembatan dekat stasiun Daop 5 Purwokerto, saat berjualan, Kamis (23/6/2022).
Ibu Darsini yang merupakan anak dari bu Katem penjual rames legendaris di bawah Jembatan dekat stasiun Daop 5 Purwokerto, saat berjualan, Kamis (23/6/2022). (TribunJateng.com/Permata Putra Sejati)

Baca juga: 6 Kuliner Enak di Surabaya Buat Menu Makan Malam, Ada Bakso Omen dengan Kuah Kaldu Gurih Segar

Baca juga: Kulineran Bernuansa Alam, Paket Halal bi Halal di Resto Taman Langit Purwokerto Mulai Rp 90 Ribu

Memang sudah nyaman berjualan kalau dulu penumpang biasanya pada jajan dan makan dulu sebelum berangkat jadi ramai," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (23/6/2022). 

 Dibantu oleh suaminya Darsini biasanya membuka lapak dagangannya sejak pagi pukul 07.00 WIB. 

Nanti akan bergantian dengan anaknya pada pukul 15.00 WIB sampai sore bahkan malam.

Dari dulu hingga sekarang menu jualan ramesnya tidak berubah, oseng tempe, mie, gorengan mendoan, bakwan adalah menu sederhana yang disajikan. 

Terlihat tidak istimewa akan tetapi nyatanya banyak orang yang sengaja mampir karena mengaku cita rasa masakannya yang beda. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved