Breaking News:

Sapi yang Digantung Pakai Crane di Pelabuhan Samarinda Viral di Media Sosial, Kementan RI Buka Suara

Video yang menjadi viral di media sosial ini merekam sapi digantung menggunakan crane saat proses bongkar muat di pelabuhan.

Pexels /Pixabay
Sebuah video menjadi viral di media sosial. Di mana merekam sapi yang digantung pakai crane di pelabuhan. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah video menjadi viral di media sosial.

Video yang menjadi viral di media sosial ini merekam sapi digantung menggunakan crane saat proses bongkar muat di pelabuhan.

Aksi yang dianggap sadis ini langsung menjadi perbincangan warganet dan viral di media sosial.

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, rekaman sapi digantung tersebut tersebar di sejumlah akun Instagram dan TikTok.

Baca juga: 6 Tempat Wisata Baru di Ciwidey Bandung, Kunjungi Jembatan Rengganis yang Viral di Media Sosial

Seseorang yang membuka aplikasi TikTok. Sebuah video yang viral di media sosial ini merekam sapi yang diangkat pakai crane.
Seseorang yang membuka aplikasi TikTok. Sebuah video yang viral di media sosial ini merekam sapi yang diangkat pakai crane. (Solen Feyissa /Pixabay)

Baca juga: Elon Musk Akui Punya Kembaran di China, Sosoknya Viral di Media Sosial

Pada awal video terlihat sejumlah sapi dipindahkan dari kapal ke sebuah truk.

Hal yang membuat geram warganet, proses bongkar muat dengan menarik sapi-sapi dengan tali yang terikat di bagian kepalanya.

Tali tersebut terhubung dengan crane.

Hal ini membuat sapi tergantung beberapa saat sebelum masuk ke truk.

Cara bongkar muat sapi ini dinilai tidak memperhatikan kesejahteraan hewan (animal welfare).

Hingga Sabtu (18/6/2022), video ini sudah ditonton ribuan kali oleh warganet.

Respons Kementan RI

Ilustrasi - sapi di peternakan.
Ilustrasi - sapi di peternakan. (Flickr/ fdecomite)

Baca juga: Masinis Hentikan Kereta Api di Tengah Rel Hanya untuk Beli Yoghurt, Videonya Viral di Media Sosial

Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) memberikan responsnya terkait video yang viral.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan RI, Kuntoro Boga Andri, menyayangkan aktivitas bongkar muat tersebut.

Hal ini karena tidak sesuai Undang-undang (UU)Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved