Breaking News:

Arab Saudi Longgarkan Mandat Masker saat Jemaah Haji Luar Negeri Pertama Tiba

Arab Saudi telah mencabut mandat masker untuk dalam ruangan bahkan ketika jumlah infeksi COVID-19 terus naik melewati 1.000 kasus baru sehari.

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Sinta Agustina
Tribun Travel/Sinta Agustina
Jemaah meninggalkan Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi, usai melaksanakan ibadah salat dzuhur, Minggu (12/11/2017). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Arab Saudi dilaporkan mencabut mandat masker untuk kegiatan di dalam ruangan.

Melansir Al Jazeera, Arab Saudi telah mencabut mandat masker untuk dalam ruangan bahkan ketika jumlah infeksi COVID-19 terus naik melewati 1.000 kasus baru sehari setelah mencapai posisi terendah dua digit hanya dua bulan lalu.

Hal tersebut dilakukan ketika Arab Saudi bersiap menyambut sekitar 850.000 jemaah dari luar negeri untuk berpartisipasi dalam ziarah haji tahunan pada Senin (13/6/2022).

Gelombang pertama jemaah haji asing sejak awal pandemi COVID-19 mulai berdatangan dari Indonesia awal bulan ini.

Masker masih akan diperlukan di tempat-tempat suci Islam di Mekkah dan Madinah, tempat peziarah berkumpul untuk beribadah, menurut aturan baru.

Penyelenggara acara dan festival dapat terus meminta pemakaian masker jika diinginkan.

Baca juga: Jemaah Indonesia Jadi Rombongan Haji Pertama yang Tiba di Arab Saudi, Disambut Bunga dan Kurma

Kerajaan juga menghapuskan aturan yang mengharuskan bukti vaksinasi pada aplikasi seluler yang diperlukan untuk memasuki tempat-tempat tertentu, menghadiri beberapa acara, dan naik pesawat.

Penggunaan masker dan penggunaan aplikasi jarang diterapkan dalam beberapa bulan terakhir.

Muslim berdoa di sekitar Ka'bah, tempat suci umat Islam, di kompleks Masjidil Haram di kota suci Saudi Mekah, selama bulan puasa Ramadhan, pada 9 April 2022. Arab Saudi mengatakan hari ini akan mengizinkan satu juta Muslim dari dalam dan luar negara itu untuk berpartisipasi dalam haji tahun ini, peningkatan tajam setelah pembatasan pandemi memaksa dua tahun penurunan haji secara drastis.
Muslim berdoa di sekitar Ka'bah, tempat suci umat Islam, di kompleks Masjidil Haram di kota suci Saudi Mekah, selama bulan puasa Ramadhan, pada 9 April 2022. Arab Saudi mengatakan hari ini akan mengizinkan satu juta Muslim dari dalam dan luar negara itu untuk berpartisipasi dalam haji tahun ini, peningkatan tajam setelah pembatasan pandemi memaksa dua tahun penurunan haji secara drastis. (Abdel Ghani BASHIR/AFP)

Pandemi COVID-19 telah sangat mengganggu ziarah Muslim, yang biasanya merupakan penghasil pendapatan utama bagi kerajaan, menghasilkan sekitar 12 miliar dolar AS per tahun.

Selama hampir dua tahun, Arab Saudi termasuk di antara yang paling ketat di dunia dalam upaya untuk membatasi penyebaran virus corona.

Protokol termasuk melarang warga negara Arab Saudi meninggalkan negara itu, melarang pelancong dari berbagai negara masuk ke Arab Saudi, membutuhkan bukti vaksinasi untuk memasuki mal lokal dan ruang dalam ruangan lainnya, serta membatasi jumlah jemaah haji tahunan.

Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Diminta Waspada Peminta Uang Paksa di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Kendati demikian, Arab Saudi mulai melonggarkan aturannya karena berharap untuk 'merayu' wisatawan di bawah skema baru untuk meningkatkan ekonomi.

Sementara itu, di negara tetangga Uni Emirat Arab, pemerintah menekankan pentingnya memakai masker di dalam ruangan di tengah lonjakan 100 persen kasus dalam waktu kurang dari seminggu.

Negara berpenduduk 9 juta orang itu memiliki sekitar 1.300 kasus baru yang dikonfirmasi setiap hari, meskipun tingkat vaksinasinya tinggi.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved