Breaking News:

Aturan Perjalanan Baru ke Prancis, Turis Lansia Harus Sudah Suntik Booster Covid-19

Prancis telah menyatakan booster atau suntik dosis ketiga vaksin Covid-19 akan diberlakukan bagi turis untuk memerangi Covid-19.

Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Nurul Intaniar
Photo by Alexander Kagan on Unsplash
Penampakan Kota Paris, Prancis 

TRIBUNTRAVEL.COM - Informasi terbaru terkait aturan perjalanan ke Prancis.

Prancis telah memperbarui aturan pembatasan perjalanan terbaru bagi siapa saja yang ingin memasuki negara tersebut.

Aturan terbaru ini terkait suntikan booster.

Prancis telah menyatakan booster atau suntik dosis ketiga vaksin Covid-19 akan diberlakukan bagi turis untuk memerangi Covid-19.

Presiden Macron mengumumkan bahwa siapa pun yang berusia di atas 65 tahun harus menjalani suntikan ketiga Covid-19 pada 15 Desember 2021.

Baca juga: Turis Asing yang Sudah Vaksin Lengkap Bisa Liburan ke Kamboja Tanpa Karantina

Jika tidak, maka paspor vaksin yang biasa dipakai untuk kunjungan ke tempat pertunjukan, kafe, dan bar tidak akan bisa digunakan lagi.

Menara Eiffel di Paris Prancis yang menjadi satu tempat wisata populer dunia
Menara Eiffel di Paris Prancis yang menjadi satu tempat wisata populer dunia (Gambar oleh Walkerssk dari Pixabay)

Diwartakan The Sun, Kamis (11/11/2021), satu-satunya alternatif lain adalah dengan menunjukkan hasil negatif test Covid-19 yang dilakukan setiap tiga hari.

Ini berlaku untuk turis yang belum menjalani tes booster.

Macron mengatakan: "Jika anda mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19 lebih dari enam bulan yang lalu, saya menganjurkan anda untuk membuat janji sekarang."

Pass Sanitaire adalah salah satu aturan Covid-19 yang paling ketat bagi wisatawan.

Dan aturan tersebut baru-baru ini dikaitkan dengan aplikasi UK NHS untuk membuktikan status vaksinasi Covid-19.

Namun, belum lama ini diperingati bahwa aplikasi itu tidak dapat munjukkan bukti suntikan booster ketiga.

Ini berarti bahwa turis lansia mungkin tidak dapat melakukan perjalanan ke Prancis dengan bebas, bahkan jika mereka telah mendapatkan tiga suntikan.

Aplikasi saat ini menunjukkan suntikan pertama dan kedua serta tanggal pengambilannya, tetapi suntikan booster ketiga yang diluncurkan untuk orang Inggris berusia 50 tahun ke atas tidak direkam.

Keputusan apakah akan menambahkan suntikan booster ketiga ke catatan aplikasi dibuat oleh Departemen Kesehatan, yang mengatakan posisinya sedang ditinjau.

Prancis bukan satu-satunya negara yang memberlakukan pembatasan untuk apa pun tanpa pendorong.

Baca juga: Perbatasan Thailand Sudah Dibuka, Khaosan Road yang Biasanya Ramai Masih Sepi Turis Asing

Baca juga: Penerbangan Internasional di Bali Sudah Sebulan Dibuka, Hingga Kini Belum Ada Kunjungan Turis Asing

Pemerintah Austria memiliki batas 360 hari tentang berapa lama mereka akan mengenali efektivitas vaksin setelah tanggal suntikan kedua.

Israel memiliki batas 180 hari tentang berapa lama mereka akan mengenali efektivitas vaksin setelah tanggal suntikan kedua.

Kedua negara memperpanjang batas waktu penuh mereka menjadi booster suntikan ketiga.

Orang Inggris baru-baru ini didesak untuk segera memperbarui aplikasi NHS mereka, atau berisiko dilarang terbang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved