Breaking News:

Selandia Baru Akan Mengakhiri Lockdown Covid-19 pada Awal Desember 2021

Selandia Baru akan mengakhiri lockdown selama tiga setengah bulan di Auckland awal bulan depan.

Flickr/Franco Carcillo
Auckland, Selandia Baru 

TRIBUNTRAVEL.COM - Selandia Baru akan mengakhiri lockdown selama tiga setengah bulan di Auckland awal bulan depan.

Hal ini dilakukan lantaran Selandia Baru telah mengadopsi strategi pengendalian COVID-19 yang baru, kata Perdana Menteri Jacinda Ardern, Senin (22 November 2021).

Ardern mengatakan, pada 2 Desember mulai pukul 23.59 Selandia Baru akan mengadopsi respons COVID-19 baru yang bertujuan untuk menahan varian Delta yang sangat menular daripada mencoba menghilangkannya sepenuhnya.

Dikutip TribunTravel dari laman Channel News Asia, Senin (22/11/2021), Ardern mengatakan, "kenyataan yang sulit diterima adalah varian Delta ada di sini dan tidak akan pergi."

"Meskipun tidak ada negara yang mampu menghilangkan Delta sepenuhnya, Selandia Baru memiliki posisi yang lebih baik dibanding kebanyakan negara dalam mengatasinya."

Saat ditanya mengenai upaya pengendalian virus corona, Ardern sampai sekarang sedang menjalankan eliminasi "COVID-nol", dengan penguncian yang ketat, pelacakan kontak yang ketat, dan kontrol perbatasan yang ketat.

Meskipun hanya terjadi 40 kematian dari 5 juta populasi di Selandia Baru, warga menekan pemerintah untuk mengakhiri penguncian di Auckland yang diberlakukan sejak pertengahan Agustus ketika varian Delta pertama kali terdeteksi.

Ardern awalnya berencana untuk menerapkan sistem baru ketika tingkat vaksinasi di negara itu mencapai 90 persen.

Tetapi, ia baru menetapkan tanggal pelonggaran mulai 2 Desember 2021 meskipun levelnya saat ini sekitar 83 persen.

Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru, Ashley Bloomfield mengatakan dia merasa nyaman dengan perubahan terbesar kebijakan COVID-19 sejak awal pandemi.

"Kami memiliki wabah yang terkendali. Memasuki musim panas, kami sudah memiliki tingkat vaksinasi yang tinggi," ujar Bloomfield.

Di bawah sistem "lampu lalu lintas" tiga tingkat yang baru, zona hijau artinya hampir tidak memiliki infeksi virus baru.

Sementara merah berarti dapat tetap buka tetapi pelanggan harus divaksinasi dan mematuhi jarak sosial.

"Perbedaan utama antara kedua sistem adalah izin vaksin akan diperlukan di tempat-tempat seperti bar, gym, dan restoran," kata Ardern.

Dia mengatakan, Auckland awalnya akan dimasukkan dalam zona merah, dan para pejabat masih menentukan bagaimana mengklasifikasikan daerah lain.

Auckland saat ini ditutup dari wilayah Selandia Baru lainnya, dengan penghalang jalan yang akan dibongkar pada 15 Desember 2021.

Aturan karantina yang ketat untuk kedatangan internasional akan tetap berlaku, tetapi Ardern telah berkomitmen untuk melonggarkannya awal tahun depan. (TribunTravel.com/tyas)

Baca juga: Satu Pengunjung Positif Covid-19, Disneyland Hong Kong Tutup Sementara untuk Tes Pekerja

Baca juga: 5 Hotel Murah Dekat Cimory Dairyland Puncak untuk Libur Nataru, Tarif di Bawah Rp 150 Ribuan

Baca juga: Ingin Liburan di Curug Malela saat Musim Hujan? Ini yang Patut Kamu Waspadai

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Australia Akan Semakin Melonggarkan Perbatasan dan Aturan Perjalanan Covid-19

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved