Breaking News:

Bali Tetap Terima Kunjungan Wisatawan saat Libur Akhir Tahun dengan Terapkan Prokes Ketat

Daerah tujuan wisata yang ada di Bali akan betul-betul menerapkan standar operasional prosedur di masa pandemi ini.

kebalilagi.com
Tanah Lot 

TRIBUNTRAVEL.COM - Liburan akhir tahun 2021 menjadi perhatian khusus pemerintah, karena bisa memicu naiknya kasus Covid-19.

Untuk mencegah adanya klaster baru penyebaran Covid-19, pemerintah pun melakukan beragam upaya untuk membatasi mobilitas masyarakat.

Demikian pula Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Bali tidak akan melakukan pembatasan atau penutupan bagi kedatangan wisatawan ke Pulau Dewata.

Hal ini seperti ditegaskan Plt Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun, Rabu 17 November 2021.

Pihaknya juga menyebut bahwa para wisatawan dan pelaku wisatawan hanya perlu menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan menjalankan SOP CHSE yang telah berjalan.

“Tidak ada batasan untuk kedatangan wisatawan. SOP CHSE kan sudah ada sebelumnya, tinggal jalankan SOP itu saja,” paparnya.

Ia juga menyebutkan untuk memudahkan pelacakan penyebaran Covid-19 di Bali dalam menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, maka pihaknya akan menggencarkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Cok Pemayun menyebut bahwa hingga saat ini tercatat Aplikasi PeduliLindungi terdaftar dan terinstal pada 737 hotel, 241 restoran, 125 tempat wisata,  dan 92 mall/supermarket.

Di sisi lain, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin menyebutkan hingga saat ini pihaknya tetap menerapkan prokes yang ketat.

Hal ini dilakukan mengingat saat ini Bali masih menerapkan PPKM level 2.

Hal tersebut membuat segala kegiatan berkaitan dengan Nataru akan dibatasi sesuai prokes.

Langkah itu dilakukan guna mencegah penyebaran virus dan kasus di Bali agar tetap melandai.

“Arahan satgas nasional demikian,” jelas Rentin.

Begitu juga dengan daerah tujuan wisata yang ada di Bali agar betul-betul menerapkan standar operasional prosedur di masa pandemi ini.

Terlebih lagi sebagian besar daerah tujuan wisata telah terseleksi dan memiliki sertifikat CHSE. 

Dengan demikian pengetatan prokes bagi wisatawan yang datang dapat diatensi dengan  baik.

Ia juga membantah bakal memperketat kedatangan wisatawan.

Pihaknya menyampaikan yang diperketat adalah prokesnya saja.

Sementara untuk kedatangan wisatawan dia menjelaskan tidak ada dibatasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved