Breaking News:

Selain Garuda Indonesia, Maskapai Ini Juga Rugi Puluhan Triliun Akibat Pandemi

Tidak hanya Garuda Indonesia, maskapai berbiaya rendah asal Malaysia yaitu AirAsia juga mengalami hal yang sama. 

Flickr/ Gilang Fadhli
Ilustrasi maskapai Garuda Indonesia rute Korea-Jakarta 

TRIBUNTRAVEL.COM - Dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan industri penerbangan.

Akibat pandemi, banyak maskapai penerbangan mengalami kerugian  besar karena pembatasan perjalanan.

Seperti maskapai Garuda Indonesia, yang mengalami kerugian hingga Rp 13 Triliun pada semester satu 2021.

Kerugian tersebut meningkat dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 10,5 triliun.

Tidak hanya Garuda Indonesia, maskapai berbiaya rendah asal Malaysia yaitu AirAsia juga mengalami hal yang sama. 
AirAsia bahkan tercatat mengalami kerugian hingga 5,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp 84,07 triliun pada semester satu 2021.

Menurut laporan dari Reuters yang dikutip Jumat (29/10/2021), jumlah kerugian tersebut meningkat delapan kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2020.

Kerugian AirAsia disebabkan melonjaknya beban operasional, khususnya dari provisi.

Kinerja kuartal lalu juga menandakan maskapai yang merupakan afiliasi AirAsia Group Bhd ini merugi sembilan kali berturut-turut.

Selain itu pada  April-Juni 2020 perusahaan menanggung beban provisi sebesar 23,8 miliar ringgit kepada kreditur karena gagal bayar sesuai ketentuan kontrak.

Pada periode yang sama, pendapatan maskapai anjlok 20,9 persen ke 72,3 juta ringgit Malaysia.

AirAsia menyatakan, dampak dari beban provisi hanya bersifat sementara.

Manajemen Kewajiban kontraktual yang menimbulkan provisi akan dibebaskan setelah berhasil menyelesaikan proposal restrukturisasi utang.  

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved