Breaking News:

Tes PCR di Bali Overload, Harganya Mendadak Naik jadi Rp 1,9 Juta

Banyaknya permintaan tes PCR yang membludak terutama wisatawan yang hendak pulang dari Bali membuat harga tes PCR di Bali naik.

Tribunnews/Herudin
Warga melakukan tes swab PCR di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (23/7/2021). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tes PCR kembali menjadi syarat wajib bagi calon penumpang pesawat di Indonesia.

Namun, banyaknya permintaan tes PCR yang membludak terutama wisatawan yang hendak pulang dari Bali membuat harga tes PCR di Bali naik.

Hampir semua lokasi tes PCR di Pulau Dewata overload.

Hal ini juga diungkapkan oleh seorang penumpang pesawat, Bayu Rizki yang hendak pulang ke Jakarta setelah liburan ke Bali.

Ia bercerita sempat mencari tes PCR di daerah Sunset Road, Kuta.

Namun, dirinya tidak beruntung karena kuota sudah melebihi batas alias overload.

Begitu juga di beberapa rumah sakit swasta di kota Denpasar, semuanya penuh.

"Overload semua ini," kata Bayu saat diwawancara wartawan Tribunnews, Minggu (24/10/2021).

Menurut Bayu, sebenarnya masih ada layanan tes PCR yang hasilnya bisa didapat dalam waktu 4 jam tapi harganya cukup fantastis.

"Yang express harganya Rp 1,9 juta. Yang biasa H plus 2 baru keluar hasilnya, nah ini overload," ujarnya.

Dia sangat menyayangkan adanya praktik komersialisasi test PCR yang menawarkan harga cukup menguras kantong.

"Parah ini kondisinya. Semuanya mau cari duit," kata dia.

Mengetahui harga tes PCR di Bali yang meroket, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali, Ketut Suarjaya mengaku kaget.

Ia menegaskan tindakan yang dilakukan laboratorium tersebut ilegal.

Suarjaya juga berjanji jika informasi tersebut valid, maka ia akan melakukan penertiban.

"Dimana lokasinya, kasih tahu saya info, saya akan tertibkan itu, nggak boleh terjadi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu 24 Oktober 2021.

Harga tes PCR telah diatur pemerintah dalam Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/2824/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

"Kalau ada seperti itu kami akan tutup itu, kan ada SE-nya itu, kami juga sudah buat edaran, nggak boleh ada yang melewati, kalau ada saya kasih tahu, akan saya tutup lab-nya,” tegasnya.

Dalam surat tersebut tercantum biaya tes PCR yang ditetapkan pemerintah di wilayah Jawa-Bali adalah Rp 495 ribu dan tes PCR di luar Jawa-Bali ditetapkan paling tinggi Rp 525 ribu.

Aturan ini mulai berlaku efektif sejak 17 Agustus 2021.

Sehingga, jika ada laboratorium yang mematok harga di atas angka tersebut, maka pihaknya tidak segan-segan akan menutup laboratorium tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved