Breaking News:

Mirip Gundukan Semak Belukar, Hutan Nasional Terkecil di AS Ini Dianggap Keajaiban

Keberadaan Hutan Nasional Adak ini dari campur tangan manusia selama Perang Dunia II .

Paxson Woelber, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons
Hutan Nasional Adak 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ingin mengunjungi tempat wisata unik dan terpencil?

Cobalah mampir ke Pulau Adak.

Pulau Adak berada di wilayah Kepulauan Aleut, tempat bertemunya Samudra Pasifik dan Laut Bering.

Meski terpencil dan terisolasi, di masa lalu Pulau Adak digunakan sebagai stasiun udara angkatan laut era Perang Dingin.

Pulau ini tak cuma berisi tempat bersejarah perang, tapi juga hutan Nasional.

Baca juga: Tarif Glamping The Lawu Park Tawangmangu September 2021, Glamping Seru di Tengah Hutan Pinus

Pemandangan Pulau Adak
Pemandangan Pulau Adak (Flickr/Paxson Woelber)

Baca juga: Jelajah Hutan Lebat Nan Indah di Kaki Gunung Fuji, Terkenal dengan Reputasinya yang Tragis

Jangan bayangkan hutan Nasional dengan jutaan pepohonan.

Hutan Nasional di Pulau Adak ini hanya terdiri dari 33 pohon yang tumbuh rapat.

Jika dari jauh, penampakan hutan Nasional ini mirip seperti gundukan semak belukar.

Ukurannya yang mini membuatnya dijuluki sebagai Hutan Nasional terkecil di AS.

Keberadaan hutan di Pulau Adak ini tidak terbentuk secara alami.

Keberadaan Hutan Nasional Adak ini dari campur tangan manusia selama Perang Dunia II .

Selama periode itu, Brigadir Jenderal Bolivar Buckner, ditempatkan di pangkalan udara di pulau itu.

Dilansir TribunTravel dari laman outdoorrevival.com, pada saat itu pangkalan di sana memiliki sekitar 6.000 prajurit.

Pasukan di sana bertugas menjaga Alaska dari serangan militer Jepang, yang telah menginvasi Kepulauan Aleutian dan mendapatkan kendali atas dua pulau lainnya di Rantai, Kiska dan Attu, dan menyerang Dutch Harbor.

Terlepas dari pentingnya peran yang mereka mainkan, para prajurit yang tinggal di sana harus dihadapkan pada kondisi pulau yang ekstrim.

Baca juga: 3 Rahasia Tersembunyi di Hutan, Menelusuri Jejak UFO hingga Mengikuti Penyair Jalan-jalan

Hutan Nasional Adak
Hutan Nasional Adak (Paxson Woelber, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

Baca juga: Sepasang Suami Istri dan Bayinya yang Berusia 1 Tahun Ditemukan Meninggal di Hutan

Temperatur yang sangat dingin, angin, kabut, lumpur, dan hujan berdampak negatif pada tentara yang ditempatkan di sana.

Tak ingin melihat kondisi tentaranya yang semakin memburuk, Brigadir Jenderal Bolivar Buckner menanam pohon pertama sekitar Natal pada 1943, berpikir pinus akan sangat efektif ditanam selama musim Natal.

Program penanaman pohon berlanjut hingga 1945.

Ada alasan mengapa pulau itu dulunya begitu tandus.

Angin dan cuaca mendatangkan malapetaka bagi pohon-pohon dan banyak dari mereka mati.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved