Breaking News:

Jelajah Hutan Lebat Nan Indah di Kaki Gunung Fuji, Terkenal dengan Reputasinya yang Tragis

Jika tertarik untuk hiking di Hutan Aokigahara, lokasinya berjarak sekira dua jam berkendara dari Tokyo.

Flickr/Liz Mc
Wisatawan yang menjelajah Hutan Aokigahara 

TRIBUNTRAVEL.COM - Bagi kamu yang berniat mendaki Gunung Fuji di Jepang pasti akan melewati hutan yang satu ini.

Sekilas memang tidak ada yang aneh dari hutan yang ada di Kaki Gunung Fuji Ini.

Pepohonannya yang hijau, suasana yang menenangkan dan udara yang segar membuat siapapun merasa kagum saat melintasi Hutan Aokigahara.

Sayangnya, di balik keindahan Hutan Aokigahara tersimpan kisah tragis di dalamnya.

Sejak 1950-an, kasus bunuh diri yang tercatat di hutan Aokigahara telah meningkat antara 10 dan 30 per tahun.

Baca juga: Sempat Jadi Penjara Paling Menakutkan di Jepang, Simak Fakta Unik Abashiri Prison Museum

Hutan Aokigahara di kaki Gunung Fuji
Hutan Aokigahara di kaki Gunung Fuji (Flickr/Karl Baron)

Baca juga: Sambal Setan Ngondek, Irotikay Sate Jepang Yakitori dan 5 Menu Makan Malam Enak di Jakarta Selatan

Pada 2003, 105 korban bunuh diri ditemukan di Hutan Aokigahara.

Spiritualis Jepang percaya bahwa bunuh diri yang dilakukan di hutan telah menembus pohon Aokigahara, menghasilkan aktivitas paranormal dan mencegah banyak orang yang masuk untuk melarikan diri dari kedalaman hutan.

Masalah lebih rumit karena kompas tidak dapat bekerja dengan baik di dalam hutan.

Karena luasnya hutan, pengunjung yang putus asa tidak mungkin bertemu siapa pun begitu berada di dalam apa yang disebut "Lautan Pepohonan".

Dilansir TribunTravel dari laman atlasobscura, untuk mencegah mereka melakukan bunuh diri, polisi memasang tanda bertuliskan "Hidupmu adalah hadiah berharga dari orang tuamu," dan "Silakan berkonsultasi polisi sebelum kamu memutuskan untuk mati!” pada pohon di seluruh hutan.

Baca juga: Intip 3 Kebiasaan Unik Orang Jepang ketika Menikmati Musim Panas

Wisatawan yang menjelajah Hutan Aokigahara
Wisatawan yang menjelajah Hutan Aokigahara (Flickr/Liz Mc)

Baca juga: Taman Bunga di Jepang Ini Selalu Berubah Warna Setiap Musim, Intip Pesonanya

Sayang hal ini tidak menyurutkan tekad orang-orang untuk bunuh diri di hutan lebat ini.

Setiap tahun lusinan mayat ditemukan oleh sukarelawan yang membersihkan hutan.

Pihak berwenang Jepang telah menghentikan penerbitan angka pasti bunuh diri untuk menghindari membuat tempat itu semakin populer.

Penduduk setempat mengatakan bahwa mereka dapat dengan mudah melihat tiga jenis pengunjung ke hutan.

Pertama, pejalan kaki yang tertarik dengan pemandangan Gunung Fuji yang indah.

Kedua, orang yang penasaran dengan kengerian di dalam hutan.

Ketiga, orang-orang yang putus asa.

Pemandangan di Hutan Aokigahara
Pemandangan di Hutan Aokigahara (Flickr/Guilhem Vellut)

Baca juga: 7 Tempat Beli Merchandise Resmi Olimpiade Tokyo 2020 di Jepang, Ada yang Bisa Dipesan Secara Online

Mereka yang mengakhir hidup tampaknya tidak mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan terhadap orang-orang yang tinggal di dekat hutan.

Seorang petugas polisi setempat berkata, "Saya telah melihat banyak mayat yang benar-benar membusuk, atau diambil oleh hewan liar... Tidak ada yang indah dari kematian di sana."

Menurut beberapa laporan, pekerja hutan harus membawa mayat dari hutan ke kantor polisi setempat, di mana mereka ditempatkan di ruangan khusus yang digunakan khusus untuk menampung mayat bunuh diri.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved