Breaking News:

Gantikan STRP, Penumpang yang Naik KRL Wajib Bawa Surat Vaksin Covid-19

Mulai hari ini, penumpang diharuskan menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 untuk menggantikan dokumen perjalanan.

Editor: Ambar Purwaningrum
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas KAI Commuter membantu calon penumpang memindai kode batang (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum menaiki KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (7/9/2021). PT KAI Commuter melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun, yakni Stasiun Manggarai, Depok, Pasar Minggu, Bekasi Timur, Serpong, Jurangmangu, Jakarta Kota, Juanda, Sudirman, Kebayoran, dan Palmerah. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Bagi kamu yang bepergian naik kereta rel listrik (KRL) sebaiknya mencatat aturan terbaru ini.

JIka sebelumnya penumpang diwajibkan membawa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau surat tugas, kini aturannya berubah.

Mulai hari ini, penumpang diharuskan menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 untuk menggantikan dokumen perjalanan.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menyebut aturan ini berlaku untuk KRL Commuter Line Jabodetabek, KRL Yogyakarta–Solo, KA Prambanan Ekspres (Kutoarjo – Yogyakarta PP), dan KA Lokal yang dioperasikan oleh KAI Commuter.

Baca juga: Cara Cepat Naik KRL ke Taman Margasatwa Ragunan dari Arah Bogor, Simak Rutenya

Penumpang memasuki gerbong KRL
Penumpang memasuki gerbong KRL (Tribunnews/@Jeprima)

Baca juga: Cara Menuju Taman Margasatwa Ragunan Naik KRL dan TransJakarta, Simak Rutenya

Selama tiga hari masa sosialisasi, 8-10 September 2021, KAI Commuter masih menerima penggunaan STRP untuk perjalanan.

"Mulai Sabtu (11/9/2021) dokumen perjalanan yaitu STRP, surat tugas, surat keterangan kerja, maupun surat dari pemerintah setempat sudah tidak berlaku lagi sebagai syarat untuk naik KRL karena harus menunjukkan sertifikat vaksin," ungkap Anne kepada Tribunnews.com, Selasa (7/9/2021).

Anne menyebut sertifikat vaksin dapat diperlihatkan kepada petugas melalui aplikasi PeduliLindungi, atau secara fisik (dicetak), ataupun secara digital dalam bentuk file foto.

Petugas juga akan meminta pengguna menunjukkan KTP atau identitas lainnya guna dicocokkan dengan sertifikat vaksin.

Sertifikat vaksin yang diterima adalah sekurang-sekurangnya sertifikat vaksin dosis pertama.

Sementara itu para pengguna yang belum divaksin karena alasan medis misalnya para penyintas Covid-19 dapat menunjukkan surat keterangan resmi dari dokter di Puskesmas maupun Rumah Sakit mengenai kondisinya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved