Breaking News:

Rekomendasi Kuliner

Mie Ayam Tanpa Nama Super Laris di Jogja, Sehari Bisa Ludes Ratusan Porsi

Mie Ayam Tanpa Nama, kuliner super laris di Jogja yang sudah berjualan sejak tahun 1997.

Youtube/ Evan Media
Mie Ayam Tanpa Nama, kuliner di Jogja. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Jogja memang dikenal dengan segudang kuliner lezat yang menggugah selera.

Nah, jika traveler memiliki rencana liburan ke Jogja, ada banyak sekali pilihan kuliner yang wajib dicoba.

Satu di antaranya ialah Mie Ayam Tanpa Nama yang berada di kawasan Bantul.

Mendengar namanya saja tentu sudah membuat banyak pecinta kuliner penasaran.

Baca juga: Bubur Kacang Hijau Laris Manis di Jambi, Sehari Ludes Ratusan Porsi

Begitu pula dengan Gharda, food vlogger yang dikenal dengan akun Yotube Evan Media.

Karena rasa penasaran, ia memutuskan untuk berkunjung langsung ke Mie Ayam Tanpa Nama.

Sesampainya di lokasi, ia sempat berbincang sejenak dengan sang pemilik warung.

Ngajino, selaku pemilik, membeberkan alasan mengapa ia memberi nama warungnya dengan nama 'Mie Ayam Tanpa Nama'.

Menurutnya, nama tersebut dianggap unik sehingga membuat banyak orang pensaran.

Baca juga: Warung Sate Kelinci Super Laris di Jogja, Ada Menu Langka yang Jadi Best Seller

"Namanya unik, jadi kan orang pengen tahu," ungkap Ngajino dalam video yang diunggah oleh akun Youtube Evan Media.

Mie Ayam Tanpa Nama berlokasi di Imogiri, kawasan yang terbilang cukup jauh dari pusat kota Jogja.

Meski demikian, warung ini selalu ramai diserbu pembeli.

Sajian kuliner di Mie Ayam Tanpa Nama Jogja
Sajian kuliner di Mie Ayam Tanpa Nama Jogja (Youtube/ Evan Media)

Bahkan, Mie Ayam Tanpa Nama bisa laku ratusan hingga ribuan porsi dalam sehari.

Nampaknya, jarak yang jauh tak menyurutkan minat masyarakat untuk menikmati sajian Mie Ayam Tanpa Nama.

Pada hari biasa, Ngajino bisa menghabiskan sekira 250 kilogram tepung untuk bahan dasar membuat mi.

Baca juga: Nikmatnya Sayur Lodeh Pak Gofar, Saking Larisnya Crazy Rich Surabaya Rela Antre

Sedangkan pada hari libur, Ngajino bisa menghabiskan hingga 600 kilogram tepung.

Ketika ditanya, Ngajino mengatakan bahwa ia sudah berjualan mi ayam sejak tahun 1999 silam.

Awalnya, ia merintis usaha kulinernya dengan berjualan di rumah.

Gharda saat menikmati sajian kuliner di Mie Ayam Tanpa Nama.
Gharda saat menikmati sajian kuliner di Mie Ayam Tanpa Nama. (Youtube/ Evan Media)

Barulah pada tahun 2009, ia memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya dan pindah ke lokasinya saat ini.

Pada masa awal berjualan, mi ayam buatannya hanya dijual dengan harga Rp 250 saja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved